Komunitas Blogger Kotawaringin Barat

Islamic Calendar

Islamic Widget

Selasa, 24 Agustus 2010

Upaya Best Agro Foundation Menyelamatkan Orangutan

Gandeng OFI, Siap Jadi Bapak Asuh

Kepedulian penyelamatan orangutan tidak hanya tanggung jawab pemerintah semata. Best Agro Foundation merasa terpanggil untuk melakukan penyelamatan satwa langka dari ancaman
kepunahan. Seperti apa?

Melalui PT Wana Sawit Subur Lestari­salah satu anak perusahaan Best Agro Foun­dation—penyelamatan hewan jenis primata itu dilakukan. PT Wana Sawit Subur Lestari memiliki areal perkebunan kelapa sawit tak jauh dari Taman Nasional,Tanjung Puting (TNTP).

Dalam kepedulian itu, PT Wana Sawit Subur Lestari menggandeng Orangutan Founda­tion International (OFI). Selain terkait penyelamatan orangutan, kerjasama yang dilakukan juga dalam hal lingkungan.

Bentuk kerjasamanya, pihak perusahaan tidak akan membunuh jika ada orangutan yang masuk kawasan perkebunan. Selain itu perusahaan juga siap menjadi bapak asuh bagi orangutan, termasuk juga memperhatikan kebutuhan dan kebaradaan orangutan di sekitar.

Selain itu, Best Agro Foundation juga memberikan pelatihan kepada karyawan perkebunan terkait penanganan orangutan. "Ini merupakan salah satu program dari kami untuk pelestarian orangutan di Kalteng. Kita sudah putuskan dan siap menjadi bapak asuh dari keberadaan orangutan," jelas Direktur Legal Best Agro Foundation H Muhammad Bima Darta disela pelatihan penyelamatan or­angutan, Sabtu (21/8) tadi.

Selain kepedulian terhadap keberadaan orangUtan yang semakin langka tersebut, Best Agro Foundation juga mempunyai program-program lainnya yang erat kaitannya dengan lingkungan. Pada pelatihan kegiatan penyelamatan or­angutan yang digelar oleh Best Agro Foun­dation menghadirkan Presides OFI Prof Birute Galdikas. Dalam materinya diberikan pemahaman tentang kondisi serta sifat-sifat orangutan, kemudian tentang pola makan, serta jenis-jenis orangutan. Tak kalah pentingnya peserta juga diajarkan bagaimana cara menyikapi jika ada orangutan masuk ke wilayah perkebunan.

Menurut Birute, jumlah primata yang ada di Kalteng diprediksi semakin langka. Selain karena faktor lingkungan, kelangkaan tersebut juga disebabkan rendahnya kemampuan reproduksi dikalangan betina. "Orangutan ini melahirkan anak hanya sekali dalam delapan tahun. Dan ini merupakan kebiasaan mereka, meskipun mereka lebih sering lagi melakukan perkawinan, tetap saja tidak bunting,"jelasnya.

Dijelaskan juga hingga saat ini belum ada peneliti yang bisa memastikan, bagaimana orangutan ini mengatur jarak kelahiran anaknya. "Mungkin mereka punya ramuan dari dedaunan atau hormon untuk menunda kebuntingan," ujarnya.

Gaya hidup kedua jenis primata ini pun berbeda. Monyet umumnya hidup berkelompok dan sering kawin. Sementara jenis orangutan lebih senang hidup menyendiri. Sehingga tidak heran jika oran­gutan ini jarang kawin dan bunting karena kurang pergaulan.

Sekadar diketahui jumlah populasi orangutan diarea Borneo saat ini 54.567 ekor, kemudian untuk total populasi liar 61.234 ekor.

Rinciannya daerah Sabah 11.017, Kaltim 4.825 Kalteng 31.300 ekor, Kalbar serawak 7.474. "Kalteng merupakan jumlah populasi orangutan terbanyak. Oleh sebab itu kita harus melestarikannya karena kondisi mereka terancam punah," beber Birute.

Setelah acara pelatihan, kemarin (22/8) seluruh peserta pelatihan yang berjumiah sekitar 60 orang lebih mengunjungi Orangu­tan Care Center Quarantine (OCCQ). Disana seluruh peserta diberi pengetahuan tentang keberadaan orangutan yang sedang di karantina yang kemudian sampai pada pelepasliaran.

Dalam acara kunjungan tersebut Best Agro Foundation juga memberikan bantuan kepada OFI sebagai wujud bahwa pihak Best Fundation siap menjadi bapak asuh sebagian orangutan yang berada disana. (Sumber: Radar Sampit, 23 Agustus 2010)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar