Komunitas Blogger Kotawaringin Barat

Islamic Calendar

Islamic Widget

Jumat, 29 November 2013

Koleksi Kobar Lagi













Sumbangan Photo  Kobar Khusus versi jadul ... tetap ditunggu ....

Jabatan Bupati Kobar Sah


Keabsahan Bupati Kobar dan Wakil Bupati Kobar Bambang Purwanto dalam memimpin Bumi Marunting Batu Aji nampaknya tidak ada masalah lagi. Gubernur Teras Narang telah menerima surat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang sahnya pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Kobar sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Usai menjadi inspektur upacara dalam Kegiatan peringatan Sumpah Pemuda ke 85 dan Ikrar Anak bangsa Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Pangklan Bun kemarin (28/8). Wakil Gubernur Akmad Diran mengatakan keabsahan dinyatakan dalam surat Mendagri No. X82.62/139/SC.
“Dalam hal ini saya bacakan surat yang ditujukan ke Gubernur dan saya wakilkan untuk menyampaikan kepada rekan-rekan wartawan bahwa keputusan Mendagri Nomor : 137.62-584 dan 132.62.85 tahun 2011 tanggal 18 Agustus tahun 2011 tentang pemberhentian Pejabat Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah dan pengesahan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Kobar Provinsi Kalteng telah sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi No. 45/PHBU.D-VIII/2010 tanggal 7 Juli 2010 adalah sah papar Wakil Gubernur Kalteng.
Ditegaskannya, berdasarkan hasil keputusan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Kobar yakni Ujang Iskandar dan Bambang Purwanto mempunyai kewenangan khusus untuk bisa menjalankan roda pemerintakan di Kabupaten Kobar. Sebagaimana Bupati dan Wakil Bupati bisa melaksanakan tugasnya dengan baik termasuk melakukan reshuffle Pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Bupati dalam konten ini ke depan bisa mengangkat pejabat eselon III dan IV dan juga eselon II antar Kabupaten termasuk pergantian kepala dinas. Namun untuk pengangkatan pejabat Eselon III B untuk menjadi eselon II atau sekelas kepala bidang untuk diangkat menjadi kepala dinas atau staf di sekretariat daerah harus tetap koordinasi dan sesuai persetujuan Gubernur Kalimantan Tengah. Untuk penetapan SK nya tetap Bupati,” terang Wakil Gubernur Kalteng.
Wakil Gubernur juga menyampaikan dengan keputusan yang sah tersebut tentunya kedepan diharapkan kinerja pejabatnya diharapkan lebih giat lagi. Menurutnya sejumlah pejabat di Kobar juga sudah diusulkan kepada Bupati untuk mengisi sejumlah kekosongan jabatan Kepala Dinas di lingkup Kabupaten Kobar termasuk Sekda Definitif.
“Saya salut kepada Bupati Kobar lantaran sebelum adanya keputusan yang final ini, Bupati sudah mengusulkan sejumlah nama untuk dipromosikan menjadi Kepala Dinas dan Badan serta Kepala Bagian di Setda Kobar. Begitu pula tiga nama pengajuan untuk sekda definitif lantaran di Kobar sejauh ini Sekdanya masih pelaksana tugas (Plt),” katanya.
Lebih lanjut Wakil Gubernur menjelaskan mekanisme Bupati mengusulkan tiga orang calon Sekda itu nanti akan dilakukan tes dan dicari yang terbaik. Selanjutnya pengangkatan Sekda Definitif melalui SK dari Gubernur.
Sementara itu Bupati Ujang Iskandar mengaku senang dengan adanya keputusan Mendagri  yang ditujukan kepada Gubernur Kalimantan Tengah dan ditembuskan kepada dirinya itu.
“Dengan adanya kabar tersebut saya senang dan kedepan kita bisa melanjutkan pembangunan di Kabupaten Kobar. Sehingga Kabupaten Kobar bisa lebih maju lagi dalam segala aspek , terutama pembangunan infrastruktur dasar yakni jalan, kesehatan dan pendidikan, apabila ketiganya dilakukan secara maksimal maka saya yakin Kobar bisa jauh lebih maju, serta untuk yang lainnya pun juga harus dikembangkan,” pungkas Ujang. (Sumber Radar Sampit, 29 Oktober 2013)

Kemenhub Respon Rencana Bandara Baru

Upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)  untuk segera mewujudkan bandara baru berstandar internasional terus digenjot. Nampaknya rencana tersebut mendapatkan respon positif dari Kementrian Perhubungan, dan meminta Pemkab memberi paparan mengenai hasil kajian.
Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar saat di temui di bandara Iskandar rabu (30/10) lalu menjelaskan, paparan terhadap hasil kajian di Kementrian Perhubungan sudah siap dilakukan konsultan sudah ditunjuk dan mengenai kesiapan kontur tanah serta areal tempat dibangunnya bandara baru tersebut.
“Kebetulan saya mau ke Jakarta dan diminta oleh pihak Kemenhub untuk kembali memaparkan kesiapan bandara baru itu. Yang jelas saya sendiri sudah siap , apalagi belum lama sudah dilakukan ekspos terkait kajian yang dilakukan oleh konsultan. Bahkan untuk dibangun bandara dengan kelas internasional memang sudah saatnya untuk menghadapi era yang semakin canggih dan perlu dipersiapkan pola transfortasi yang memadai,” terang Bupati Kobar.
Dikatakan Bupati, pihaknya bakal konsisten untuk bisa mewujudkan bandara baru tersebut. Dan pihaknya juga berusaha sebisa mungkin untuk bisa menjelaskan sedetail mungkin terkait pelaksanan dan teknisnya dilapangan. Apalagi lanjutnya konsultan juga sudah memiliki data yang valid untuk standar pembangunan bandara dengan standar interansional.
“Terkait lokasi akan kita siapkan dua tempat, yaitu Sebuai dan Mendawai Seberang. Namun yang paling bagus di Sebuai, lantaran untuk  tekstur tanahnya itu keras dan bagus untuk landasan pacu dan serta datar. Sedangkan untuk di Mendawai Seberang meskipun datar tapi tanahnya gambut dan rawa ini yang sangat sulit. Serta berbagai kemudahan nantinya untuk menebus bandara baru juga sudah dipersiapkan dengan matang, sehingga tidak perlu lama untuk menuju bandara baru itu,” papar Bupati Kobar.
Meski demikian dikatakan Bupati Kobar, rencana pembanguanan bandara baru itu akan dipaparkan di Kemenhub, pihaknya tetap membangun saran dan pasarana di Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Seperti landasan pacu tahun ini, akan mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 8 miliar.
Menurut Bupati pembangunan bandara baru ini untuk masa depan dan waktu pengerjaannya tidak selesai satu atau dua tahun. Fasilitas ini katanya untuk dimasa yang akan datang. Agar pesawat-pesawat berbadan besar bisa masuk ke Kobar dan mendukung geliat perekonomian di Kobar.
“Saya menginginkan seperti di kota-kota besar, menuju ke semua tempat biayanya hanya Rp 300 ribu bisa naik pesawat. Bayangkan saja kalau di Pangkalan Bun bisa dengan tarif yang murah, pasti jauh lebih besar lagi yang memilih transfortasi udara,” pungkas Bupati Kobar. (Sumber Radar Sampit, 01 November 2013)

Anggaran ADD 2014 Rp 19 Miliar

Alokasi dana desa (ADD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), pada tahun 2014 dipastikan mengalami peningkatan sebesar Rp 7 Miliar, yakni dari Rp 12 Miliar di tahun 2013 menjadi Rp 19 Miliar ditahun 2014.
Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Setda Kobar Aida Lailawati mengatakan, dana ADD Kobar tersebut meningkat, disebabkan pada tahun 2014 dana bantuan dari pemerintah pusat juga turut mengalami peningkatan.
“Total dana tersebut bakal dikucurkan, bagi 81 desa di enam Kecamatan se-Kabupaten Kotawaringin Barat. Dengan jumlah besaran disesuaikan dengan kondisi desa dan besaran desa,” ungkapnya.
Ada beberapa pertimbangan nominal ADD yang diterima masing-masing desa menjadi tidak sama. Diantaranya bisa dilihat dari wilayah, kemudian jumlah penduduk selain itu semakin maju desa tersebut secara otomatis kucuran ADD juga akan semakin kecil.
Sementara terakit realisasi penyerapan ADD di tahun 2013 menurut Aida, khususnya untuk tahap satu sudah tuntas dari 81 desa yang ada di Kobar. Penyaluran dana tersebut langsung melalui rekening masing-masing desa.
“Dalam penyaluran dana ADD tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Karena semua desa yang menerima telah menyusun laporan pertanggung jawaban dengan baik. Sehingga penyaluran itu bisa berjalan lancar. Meskipun masih ada beberapa desa yang belum,” paparnya.
Ditambahkanya, untuk penyaluran dana ADD tahap selanjutnya dihimbau agar masing-masing desa segera mengajukan. Karena pihaknya masih memberikan batas waktu hingga akhir tahun. Jika melewati batas ketentuan itu maka anggaran yang belum terserap dipastiakn akan hangus. Mengenai berapa serapan dana ADD tahun 2013 ini. Aida tidak memegang data tapi dia mengaku lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Dirinya juga menghimbau, seiring dengan peningkatan alokasi dana ADD Kobar, agar kepada masing-masing desa dapat memanfaatkan anggaran yang tersedia. Serta menggunakan dana tersebut sesuai rancangan yang telah dibuat. Jika penggunaanya tepat sasaran dan terprogram dengan baik maka laporan pertanggung jawabanya pasti akan mudah disusun, dengan begitu akan mempermudah proses pencairan tahap berikutnya.
Jika berkaca pada tahun 2012 lalu serapan dana ADD cukup rendah. Dari anggaran yang disediakan sebanyak Rp 12 Miliar lebih hingga akhir November 2012 baru terserap 53,49 persen atau baru 9,2 Miliar lebih. Untuk tahun ini menurut Aida jauh lebih baik. (Sumber Radar Sampit, 06 November 2013

DPKD Siap Tagih PBB

Pemerintah Daerah yang selama ini hanya melakukan penagihan terhadap Pajak Bumi Dan Bangunan  (PBB) tanpa menikmati hasilnya. Namun kedepan Pemda akan mengelola sendiri dana PBB itu, Mulai 31 Desember 2013. Hal ini setelah Direktorat Jendral pajak (DJP) akan melimpahkan kewenangan pengelolaan atas PBB kepada Pemda.
Untuk menyambut pelimpahan tersebut. Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Kotawaringin Barat mengaku siap melakukan tugas baru tersebut.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pendapatan DPKD Kobar Rusli Effendi saat dibincangi Radar Pangkalan Bun kemarin. Dikatakanya, persiapan sudah dilakukan salah satunya dengan adanya tiga lulusan terbaik dari sekolah akuntasi negara (STAN) yang bakal menduduki posisi penting. Dua orang untuk bagian penilaian dan satu orang untuk operator komputer.
“Selain tiga itu, enam orang pegawai DPKD yang telah mengikuti Diklat di Universitas Gajah Mada (UGM) dan juga pada Oktober kemarin, kita kirimkan satu orang ke DPKD Provinsi Kalteng untuk mengikuti pelatihan mengenai PBB,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskanya, selain persiapan personel, peraturan Bupati jadi landasan kebijakan tersebut juga telah disiapkan.
“Untuk meningkatkan penerimaan PBB di tahun depan. Pemerintah Kabupaten juga sedang menjajaki kemungkinan untuk bekerjasama dengan salah satu bank BUMD besar (BRI) di Pangkalan Bun untuk pelayanan pemungutan pajak secara elektronik (e-tax),” bebernya.
Sebagaimana diketahui mulai 31 Desember 2013, Direktorat Jendaral Pajak (DJP) akan melimpahkan kewenangan pengelolaan atas PBB kepada Pemda. Pelimpahan itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 tentang Pajak dan Retribusi  Daerah yang harus diserahkan pengelolannya paling lambat awal tahun 2014 mendatang. (Sumber Radar Sampit, 07 November 2013)

Kejar prestasi Sebagai Kabupaten Sehat

Kabupaten Kotawaringin Barat mempunyai ambisi untuk mendapatkan penghargaan menjadi Kabupaten Sehat. Target tersebut tidak lah sulit, pasalnya tahun depan Kobar bakal mendapat paket program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) dari Kementrian RI.
Kepala Dinas Kesehatan Kobar drg. Indrawan Sakti melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah kesehatan (PKM) Syamsudin mengatakan, paket Pamsimas dimaksudkan untuk mendorong kemandirian pemerintah daerah dalam menyediakan air minum dan sanitasi dan mengutamakan kemitraan yang setara antara pemerintah daerah serta masyarakat.
“Mengingat Kabupaten Kobar juga masih sangat membutuhkan bantuan tersebut dan juga untuk memberikan prioritas kepada desa miskin yang sangat membutuhkan sarana air minum dan sanitasi,” kata Syamsudin kemarin.
Menurutnya sejauh ini sejumlah desa yang bearda di pinggiran laut ataupun yang berada di bantaran sungai masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih, sehingga hal ini menjadi alternatif agar semua masyarakat dapat layanan yang baik dan dapat menikmati air bersih sebagaimana mestinya.
“Paling tidak dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat dapat 5 layanan air bersih yang baik dan untuk mendapatkan Kabupaten Sehat juga semakin cepat dan mudah tercapai,” uajrnya.
Selain itu, hal lain dari program Pamsimas ini yakni dengan menjamin dan memastikan berkelanjutan pengelolaan dan peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan sarana air minim di tingkat desa dan kelurahan. Serta melembagakan pendekatan berbasis masyarakat dalam menyediakan air minum dan sanitasi. Termasuk juga membantu pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pengembangan Sistem Penyedian Air Minum (SPAM).
Lanjut Syamsudin program Pamsimas merupakan komitmen pemerintah daerah untuk melayani sebanyak-banyaknya orang dalam penyedian air minum, karena itu paket tersebut diarahkan untuk pengembangan desa di bidang layanan air minum. Menurutnya kalau pemilihan lokasi benar paket Pamsimas itu tepat. Maka di masa yang akan datang dapat dikembangkan lagi.
Sebelumnya, Dinkes Kobar juga menggelar sosialisasi Pengawasan dan Pembinaan Depot Air Minum (DAM) bagi Sanitarian Puskesmas di Wilayah Kabupaten Kobar. Dinkes juga gencar menyosialisasikan program Nasional STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) untuk peningkatan sanitasi dasar berkualitas yang berkesimabungan di masyarakat. (Sumber radar Sampit, 09 November 2013)

Kualitas Air Minum Isi Ulang Perlu Pengawasan

Berbagai macam penyakit dapat timbul dari buruknya kualitas air minum yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari. Dari hasil studi Environmental Health Risk Assesment (EHRA) yang dilakukan beberapa waktu lalu, bahwa air minum isi ulang yang menjadi pilihan utama warga Kobar dalam pemenuhan kebutuhan air sehari-hari.
Untuk itu para pengusaha diminta untuk mengecek kualitas air didepot masing-masing. Agar para konsumen air isi ulang terhindar dari masalah kesehatan yang dapat timbul dari air minum yang dijual pengusaha depot air minum.
“Semua pengusaha depot isi ulang harus menunjukan bukti hasil cek air minum terakhir yang dijualnya. Dan saya minta agar para konsumen air minum isi ulang selalu mengecek bukti tersebut. Apabila tanggal waktu cek terakhir lebih dari tiga bulan, maka para konsumen berhak menegur para pengusaha,” kata Syamsudin Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kobar di kantornya, kamis (7/11) lalu.
Dirinya menjelaskan air isi ulang adalah air yang belum melalui proses pemasakan dan dapat langsung diminum. Oleh sebab itu, kualitas air isi ulang harus benar-benar dijaga, terutama kehegenisannya. Apa yang digagas para pengusaha Depot Air minum Di Kumai untuk membentuk Asosiasi depot air minum, menurutnya merupakan sebuah langkah yang baik untuk membangun pengawasan antar pengusaha depot isi ulang air minum di Kumai.
“Sebelumnya ada pembentukan asosiasi depot air di Kumai. Asosiasi seperti ini sangat baik dibentuk. Jadi pelaksanaan ini sangat baik dibentuk. Jadi pelaksanaan penyelenggaraan hyginesanitasi depot air minum, sesuai Permenkes Nomor 492 tahun 2010 tentang syarat kualitas air minum dapat berjalan di Kobar,” pungkas Syamsudin.
Menurutnya kedepan pihaknya akan mendorong pembentukan asosiasi depot air minum di Kecamatan lain di Kabupaten Kobar. (Sumber radar sampit, 11 November 2013)

Perusahaan Wajib Sediakan Alat Keselamatan Kerja

Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar tidak henti-henti mengingatkan perusahan yang beroperasi di Kobar untuk tidak mengabaikan keselamatan bagi para pekerja.
“Sejak awal saya menginginkan semua perusahaan yang beroperasi di Kobar untuk terus memperahatikan keselamatan kerja. Bahkan perusahaan juga wajib memperhatikan keselamatan para karyawanya,” kata Bupati Kobar saat membuka acara disalah satu hotel di Pangkalan Bun.
Keselamatan kerja sangat dibutuhkan meminimalisasi angka kecelakaan kerja yang cukup tinggi di Kobar. Namun dengan mematuhi peraturan ini, secara perlahan kecelakaan di Kobar bisa turun secara berkala. “Pihak perusahaan sudah wajib untuk menyediakan alat keselamatan kerja, sesuai kebutuhan karyawannya baik itu dari helm, seragam dan juga sepatu,” ujarnya.
Dengan mematuhi dan menerapkan keselamatan para pekerja juga diwajibkan untuk mendaftar menjadi anggota Jaminsn Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) sehingga dapat melindungi para pekerja saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Perusahaan juga mempunyai komitmen yang kuat untuk menyepakati itu semua dari kelengkapan keselamatan hingga kematian ditanggung. Tapi apabila masuk menjadi anggota Jamsostek, perusahaan juga ringan,” ujarnya.
Bupati juga sangat wanti-wanti perusahaan agar mematuhi Peraturan Pemerintah Kabupaten Kobar. Apabila pihak perusahaan tetap mengabaikan tentu kami pemerintah bisa memberikan sanksi kepada perusahaan terakit yang telah melanggar termasuk izin yang memiliki untuk beroperasi  bisa dicabut apabila ketahuan ada pekerjanya yang mengalami kecelakaan lantaran tidak mengenakan keselamatan kerja,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi Kobar Eko Prabowo juga terus menyosialisasikan masalah keselamatan kerja. “Upaya tersebut sampai sekarang masih terus kami lakukan . Sejumlah peringatan terus kami lontarkan kepada sejumlah perusahaan yang melakukan pelanggaran,” bebernya. (Sumber Radar Sampit, 11 November 2013)

Siap Gelar Operasi Zebra

Angka pelanggaran lalu lintas di wilayah Kobar terbilang tinggi. Karena itu satuan Lalulintas Polres Kobar akan menggelar operasi zebra untuk penertiban. Rencananya operasi ini akan digelar mulai tanggal 28 November nanti.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kobar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Endro Aribowo menjelaskan, bagi masyarakat yang biasanya melanggar peraturan berkendara di jalan raya dan tidak melengkapi kendaraanya dengan surat-surat standar kendaraan seperti Surat Izin Mengemudi  (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) akan disanksi tegas dengan diberlakukan tilang.
“Berbeda dengan operasi yang sebelumnya kita gelar, masih berupa sosilisasi dan himbauan serta teguran bagi pelanggar lalu lintas. Dalam Opearsi Zebra ini, bila di persentasekan 50 hingga 70 persen  yang dilakukan adalah razia,” jelasnya.
Sedangkan lokasi yang kita target 14 hari razia menurut Endro Wibowo selalu berpindah-pindah dan dipilih secara acak dan dirinya berharap agar hal ini dapat meningkatkan kesadaran berlalu lintas di masyarakat, khususnya pengguna jalan.
Hal lain, terakit penindakan terhadap pelajar dibawah umur yang menggunakan kendaran bermotor dijalan raya menurutnya untuk saat ini bisa dikatakan semakin menurun. Pasalnya setelah beberapa waktu digelar sosialisasi dalam kurun waktu sebulan lebih saat ini pihaknya mulai melakukan tindakan tegas yaitu ditilang bila masih menemukan hal tersebut di jalan raya.
Namun demikian, dirinya juga mengapresaisi bahwa saat ini jumlah pelajar yang terkena tilang akibat pelanggaran berlalu lintas sudah jauh menurun.
“Untuk bulan Oktober berdasarkan data yang kita miliki tercatat sekitar 68 orang pelajar yang terkena tilang. Sedangkan bulan November ini data totalnya masih belum direkapitulasi karena sedang berjalan. Namun dari data terakhir yang kita catat sebanyak 24 orang pelajar terjaring razia,” pungaksnya. (Sumber radar sampit, 12 November 2013)

Bupati Kobar ajak Investor Majukan Sepakbola Kobar

Untuk mewujudkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Kotawaringin Barat yang solid dan berkembang sampai tingkat nasional tentu bukan perkara mudah. Besaran anggaran yang dibutuhkan membuat pengurus Cabang PSSI Kobar harus bekerjasama dengan investor yang beroperasi di Kobar.
Sebagai langkah awal, PSSI menggelar sosialisasi Rencana Kerja Asosiasi PSSI Kabupaten Kobar Tahun 2013 dengan Bupati Kobar dan pimpinan perusahaan di aula Swiss Belinn Pangkalan Bun.
Kegiatan ini untuk memberi gambaran nyata kepada pemerintah daerah dan publik pemerhati sepak bola di Kobar agar mengetahui prestasi yang sudah dicapai maupun kendala-kendala yang dihadapi persepakbolaan di Kobar. Selama ini permasalahan PSSI di Kobar adalah minimnya anggaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kobar.
“Tujuan kegiatan ini untuk memotivasi, mencari solusi dan upaya untuk mencapai prestasi sepakbola di Kabupaten Kobar, sehingga dapat mencapai hasil yang optimal serta mengupayakan kebersamaan, kekompakan dan kepercayaan dalam membinaan dan mengelola PSSI Kobar.
Bupati Kobar Ujang Iskandar mengatakan permasalahan utama dalam memajukan PSSI Kobar yakni permodalan. Tanpa adanya dana penunjang sepak bola sulit berkembang. Menyingkapi hal ini pemerintah berupaya mendorong puluhan investor yang beroperasi di Kobar untuk menjadi sponsor. Dari Kobar banyak pengusaha baik perusahaan tambang, perkebunan, dan juga pengusaha lainnya. Dari para pengusaha itu kiranya dapat membantu dengan menyisihkan sedikit dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bisa memajukan PSSI Kobar,” ujarnya.
Diharapkan ada sinegritas antara Pemkab Kobar, pengurus PSSI dan pengusaha untuk ikut melengkapi sarana dan prasarana olahraga di Kobar sehingga Sepakbola di Kobar bisa menjuarai dan bisa masuk devisi II hingga devisi utama nantinya. “Terlebih untuk pemain sendiri di Kobar banyak yang potensial untuk bisa dibidik untuk lebih maju lagi. Di Kobar juga ada satu orang yang masuk seleksi yang saat ini diberangkatkan ke Italia. Serta ada sekolah sepak bola usia dini nantinya kedepan bisa menjadi pemain yang membuat nama Kabupaten Kobar bisa sampai ke tingkat nasional,” bebernya.
Sementara Ketua Pengurus Persebun H Sirajuddin mengatakan, selama ini dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan. “Langkah bijak ditempuh oleh Bupati dengan menunjuk perusahaan untuk membantu persepakbolaan di Kobar dengan sistem pembagian dari CSR,” ujarnya.
Jika komitmen itu bisa dijalankan, maka persepakbolaan di Kobar bisa jauh lebih berkembang. PSSI juga bisa mendatangkan seorang pelatih profesional demi meningkatkan kualitas para pemain. “Jika masalah utama dapat teratasi maka saya yakin persepakbolaan di Kobar bisa masuk sampai ke tingkat nasional,” bebernya.
Bupati Kobar Ujang Iskandar meminta perusahaan membantu persepakbolaan di Kobar. Setiap perusahaan tambang, perkebunan dan yang lain wajib menyisihkan dari CSR antara Rp 10 juta hingga 70 juta per perusahaan. Jika rencana ini berjalan mulus maka PSSI bisa memiliki dana kurang lebih Rp 800 juta. (Sumber radar sampit, 20 November 2013)

Jalan Pangkalan Bun-Kolam Ditargetkan Selesai 18 Bulan

Pemerintah Kabupaten Kobar siap membangun jalan yang menghubungkan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama (Kolam). Pembangunan jalan yang dimulai bulan depan ini ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan. Artinya jalan yang menelan dana Rp 142 miliar ini akan mulus pada April 2015 mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kobar Agus Yuwono mengatakan, pembangunan jalan Pangkalan Bun – Kolam bakal segera dilakukan. Saat ini masih dalam proses penandatanganan dokumen kontrak dengan rekanan.
“Kalau pembangunan jalan sendiri diperkirakan awal Desember ini. Proses lelang sudah dilakukan dan kini masih menunggu kelengkapan dokumen yang kita targetkan, kelengkapan dokumen ini satu minggu ke depan sudah tuntas,” kata Agus Yuwono kemarin siang di ruang kerjanya.
Dikatakanya pagu anggaran proyek ini sekitar Rp 176 miliar, termasuk anggaran pengawasan yang berasal dari APBD  Kobar tahun 2013, 2014 dan 2015. Namun saat lelang, ada rekanan dari BUMN menawarkan harga Rp 142 Miliar.
“Dalam proses lelang ini dimenangkan oleh kontraktor dari BUMN. Dengan berani memberi kepastian untuk anggaran pembangunan jalan Pangkalan Bun – Kolam yakni Rp 142 miliar,” katanya.
Pembangunan jalan Pangkalan Bun – Kolam harus extra hati-hati. Ada sejumlah titik yang selalu tenggelam saat musim penghujan dengan ketinggian air mencapai dua meter. “Namun untuk mengatasi hal ini, pembangunan jalan akan ditinggikan dengan jembatan layang seperti di Tumbang Nusa. Selebihnya ada penimbunan jalan sepanjang tujuh kilometer dan pembangunan jembatan kayu yang bakal diganti menjadi beton,” ujarnya.
Pemkab berahrap kontraktor bisa bekerja dengan maksimal karean tanah di Kalimantan beda dengan di Jawa. “Semoga jalan dapat dikerjakan tepat waktu agar bisa membuka perekomonian warga Kolam,” katanya. (Sumber radar sampit, 20 November 2013)

Pemkab Tetap Incar Adipura Kencana

Tujuh kali secara berturut-turut Kota Pangkalan Bun meraih Piala Adipura sebagai kota kecil terbersih. Pada tahun 2014 nanti Pemerintah Kabupaten tetap menargetkan untuk bisa mendapatkan piala Adipura Kencana.
Kamis (22/11) lalu. Tim penilai dari pusat dan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah turun untuk melakukan penilaian tahap pertama (P1) Adipura tahun 2014. Tim penilai terdiri dari enam orang ini didampingi oleh pihak Badan Lingkungan Hidup Kobar.
Saat dilapangan, tim penilai langsung mendatangi sejumlah kantor di lingkup Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, puskesmas dan jalan-jalan protokol sebagai titik pantau untuk penilaian Adipura tahun 2014. Termasuk sampai Rumah Sakit Umum Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, kawasan Pasar Indrasari pun tidak luput dari penilaian tim Adipura tahun 2014.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kobar Molta Dena melalui Kabid Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Fahrizal Fitri mengatakan, untuk penilaian Adipura tahap satu (P1) tahun 2014 sudah mulai dilakukan untuk tingkat Kabupaten dan Kota Se-Kalimantan Tengah. Termasuk Kabupaten Kobar yang mendapat giliran dua hari yakni Kamis dan Jum’at (21 dan 22 November).
Seperti tahun-tahun terdahulu dalam pelaksanaan penilaian Adipura yakni ada dari KLH Jakarta, dari Provinsi untuk menilai kota atau kabupaten untuk mendapat predikat kota kecil terbersih. Namun sebagai kota kecil yang sudah mendapat tujuh kali piala Adipura tentunya kami akan terus melakukan berbagai upaya paling tidak bisa mempertahankan Piala Adipura. Meskipun target Pemkab adalah Adipura Kencana,” paparnya.
Dikatakannya berbagai upaya untuk mewujudkan dan meraih penghargaan Adipura kencana tersebut, terlebih berbagai bidang yang menjadi bahan dan obyek penilaian sudah sangat siap untuk diteliti dan dinilai.
“Untuk Adipura kencana saya rasa bukan yang muluk-muluk dan bisa diwujudkan terlebih gaya hidup bersih dan partisipasi aktif dari masyarakat terkait hal-hal yang dijadikan obyek penilaian  sudah  menjadi rutinitas dan gaya hidup masyarakat Kobar. yang jelas kita tetap optimis bisa mendapatkan piala Adipura kencana dengan terus-menerus melakukan upaya agar hal ini bisa terwujud  dan bisa diimplementasikan di masyarakat,” pungkasnya.
Sementara tim menilai setidaknya 60 titik lokasi penilaian tidak lepas dari pengelolaan lingkungan pendayagunaan, peran serta dari masyarakat dan juga lainnya. Selain itu penilaian yang berlangsung dua hari yakni (21-22) ini merupakan penilaian tahap pertama dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya yang direncanakan akan jatuh pada awal tahun. “Penilaian selanjutnya diperkirakan akan digelar pada bulan Maret dan April. Sehingga saat nanti penghargaan hasil penilaian akan diumumkan pada pertengahan tahun depan,” tambah Molta.
Tim penilai yang dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) bernama Charles menuturkan jika pihaknya sedang melakukan penilaian tahap pertama (P1) dari tiga tahap yang direncanakan tentunya terkait hal yang dijadikan kriteria penilain seperti lingkungan, pengelolaan sampah, peran serta masyarakat, gaya hidup masyarakat dan sebagainya. (Sumber radar sampit, 23 November 2013)

Korban KDRT Banyak Yang Bungkam

Sebagian besar korban kekerasn dalam rumah tangga (KDRT) masih enggan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak yang berwajib. Ini menjadi salah satu kendala pendataan kasus KDRT. Kejadian yang merupakan pelanggaran hukum tersebut bisa diketahui jika telah menimbulkan korban jiwa, seperti yang menimpa Sriatun, warga Desa Pangkalan Durin, Kecamatan Pangkalan Lada. Sriatun tewas akibat dibakar oleh suaminya baru-baru ini.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Kotawaringin Barat Ida Pandanwangi mengatakan, meski telah ada undang-undang tentang KDRT, sebagian besar korban masih enggan melapor. Ada beberapa faktor yang menjadikan korban enggan melapor, diantaranya KDRT dinilai sebagai aib keluarga dan korban dibawah ancaman oleh pelaku KDRT.
Kondisi seperti di atas justru menambah dampak buruk bagi keluarga. Semakin ditutup-tutupi peluang terjadinya pengulangan KDRT akan semakin tinggi.
“Keengganan dan ketakutan akibat tuduhan membuka aib keluarga merupakan salah satu sebab jumlah KDRT di setiap daerah susah untuk dideteksi hingga akhirnya terlambat untuk ditangani,” ujarnya.
Ditegaskanya agar tindakan KDRT tidak berlarut-larut, korban dan keluarganya harus berani melapor. Disamping ada perlindungan khusus bagi korban KDRT. Layanan itu disebut layanan konseling KDRT.
“Saat ini sudah ada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan Anak Jadi Perlindungan terhadap korban serta sanksi pada pelaku sudah jelas dan diatur dalam undang-undang tersebut,” katanya.
Ada beberapa perlakuan dalam keluarga yang bisa dijerat secara hukum diantaranya kejahatan fisik berupa tindak kekerasan. Namun bisa juga kejahatan psikis berupa ancaman atau lainnya yang mengakibatkan korban ketakutan dan tertekan secara batin atau mental. Pada umumnya KDRT paling sering dialami kaum perempuan yang tidak berpenghasilan atau yang tergantung pada suami. Namun tidak menutup kemungkinan perempuan yang berpenghasilan cukup bahkan lebih tinggi juga menjadi korban KDRT. (Sumber radar sampit, 27 November 2013)

Dishubkominfo Segera Turun Tangan

Sejumlah sopir taksi yang biasa beroperasi di Pelabuhan Panglima Utar Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengeluhkan adanya pungutan liar (pungli) dari pihak tertentu.
Seseorang sopir taksi di Pelabuhan Panglima Utar Kumai mengungkapkan bahwa aksi pemungutan yang dilakukan sejumlah orang disekitar pelabuhan tidak wajar. Selain nilai pungutan cukup besar. Pungutan dilakukan beberapa kali di sejumlah titik. Disamping itu, para pemungut juga tak jarang bersikap kasar bila tak diberi uang.
Menurutnya besaran pungutan beragam, yaitu berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu untuk sekali pungutan. Dalam sekali perjalanan membawa penumpang dari pelabuhan, ia biasanya dikenai pungutan sebayak tiga sampai empat kali di tempat berbeda dan orang yang berbeda pula.
“Sudah terjadi sejak lama, tapi kami tidak berani melaporkan dan mempertanyakannya. Soalnya takut diapa-apakan. Biasanya ada tiga orang. Ngakunya dari Organda (Organisasi Angkuatan Darat). Tapi mereka tidak memiliki tanda pengenal, terus ada yang bilang mereka dulu anggota Organda dan sekarang keanggotaanya berakhir,” ungkapnya pada radar Sampit, rabu (27/11).
Sementara itu, Kepala Bidang LLAJ Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kotawaringin Barat (Kobar) Majrum Purni, saat diminta tanggapan menegaskan bahwa tidak diperkenankan adanya pungutan di jalan raya dengan tujuan apapun dan dari lembaga manapun. Terkait dengan informasi  tersebut pihaknya akan segera meminta kejelasan pada lembaga atau organisasi terkait. “Seharusnya tidak ada pungutan dan tidak boleh ada pungutan, nanti kita akan telusuri,” tegasnya. (sumber radar sampit, 29 november 2013)

Tegaskan Larangan Anak Bawa Motor

Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Ma’mun menegaskan kembali himbauan agar orang tua siswa tidak memberikan anak-anak mereka yang belum memiliki SIM untuk menggunakan kendaraan bermotor untuk menghindari kecelakaan.
Selain izin penggunaan kendaraan bermotor kesedian orang tua untuk membelikan kendaraan bermotor pada anak di bawah umur, menurutnya harus dipikirkan secara matang.
“Peran orangtua sangat penting, mengingat angka kecelakaan pelajar cukup tinggi. Padahal aturan untuk pelajar yang belum memenuhi syarat dilarang menggunakan kendaran bermotor,” ujarnya Rabu (27/11) kemarin.
Menurutnya alangkah baiknya masyarakat mengantarkan anak-anaknya ke sekolah dari pada membelikan kendaraan bermotor. Karena secara psikologis mental pelajar di bawah umur masih labil dan rawan menimbulkan kecelakaan.
Dengan mengizinkan maupun menuruti untuk membelikan kendaraan bermotor, secara tidak langsung memberi andil menjadi penyebab meningkatnya kecelakaan pelajar. Lebih baik orang tua membudayakan menggunakan sepeda. Tidak hanya menyehatkan dengan bersepeda bisa meningkatkan kedisiplinan,” imbuhnya.
Menurutnya dengan bersepeda mereka bisa mengatur jadwal keberangkatannya dan menghidari kebut-kebutan di jalan jika naik kendaraan bermotor.
Dengan naik kendaraan bermotor, anak akan cendrung terburu-buru berangkat ke sekolah dengan waktu mepet dan ngebut di sekolah, sehingga mengakibatkan kecelakaan ,” katanya.
Untuk itu pihaknya kembali mengingatkan jika pelajar tanpa SIM terjaring razia, maka selain sanksi tilang, motor hanya bisa diambil oleh orang tua datang sendiri ke kantor polisi untuk mengurusnya. Mengingat batas akhir toleransi pelajar berkendara tanpa SIM sudah berakhir sejak Oktober lalu. (Sumber radar sampit, 28 November 2013)

Pangeran Ratu Anom Kusuma Yudha




Stempel di masa kepemerintahan PRA. Kusuma Yudha

Hasil Share dari temen

Rabu, 16 Oktober 2013

Idul Adha Tak Pengaruhi Harga Daging

Hari Raya Idul Adha atau lebih dikenal Hari Raya Kurban, sepertinya tidak terlalu berdampak terhadap harga jual daging di pasaran. Berdasarkan penelusuran koran ini di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun, harga daging ayam justru mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan.
“Empat hari sebelum lebaran Iduladha, harga ayam saya beli Rp 32 ribu per kilogram, ada juga yang menjual seharga Rp 33 ribu per kilogram. Tapi sehari sebelum lebaran malah harganya naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram,” ungkap Muhammad salah seorang warga.
Tak jauh berbeda juga dengan harga sapi di pasaran, meskipun saat ini masyarakat sedang banyak daging dari pembagian kurban tetapi tidak mempengaruhi harga daging yang dijual dipasaran . Salah seorang pedagang mengatakan, harga daging sapi dipasaran masih diatas Rp 100 ribu perkilogramnya itu artinya tidak ada perubahan dari harga-harga sebelumnya.
Pantauan koran ini disejumlah pasar pada lebaran kemarin banyak yang memilih tutup, tapi tak sedikit tetap menjalankan aktifitasnya seperti biasa. Selain pasar sejumlah pertokoan di sejumlah jalan protokol juga nampak banyak yang tutup, seperti yang terlihat di Jalan Rangga Santrek, biasanya kawasan ini, arus lalulintas padat karena banyak kendaraan yang parkir untuk melakukan aktifitas jual beli dikawasan ini. Tetapi karena kemarin mayoritas kawasan ini tutup arus lalu lintas menjadi longgar. Bekaca pada tahun sebelumnya, aktivitas perdagangan dikawasan pasar dan pertokoan akan kembali normal hari ini atau satu hari setelah lebaran Idul adha. (Sumber Radar Sampit, 16 Oktober 2013)

Pameran Foto Ramaikan HUT Kobar

Pelaksanaan pameran foto digelar dalam rangka HUT Kobar ke-54 dibuka oleh Bupati Kobar Ujang Iskandar, Jum’at (11/10) lalu di Pangkalan Bun Park. Banyak hal yang ditemukan. Termasuk foto zaman dulu yang membuat pengunjung nampak kagum.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Kobar Ujang Iskandar  didampingi istri Yustina, Wakil Bupati Kobar beserta unsur Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD).
Saat meninjau pameran foto, Bupati terkagum-kagum dengan foto-foto yang dipamerkan, yang mana foto zaman dulu ikut dipamerkan. Sehingga memberi kesan dan pembelajaran kepada masyarakat, bahwasanya pembangunan di Kabupaten Kobar terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun itu ada buktinya karena terekam difoto.
Pameran foto yang digelar oleh komunitas fotografer CKPC ini sangat luar biasa bagus. Dimana dalam satu pameran `terdapat pembangunan, budaya, kesenian dan para tokoh serta foto tempo dulu yang tentu susah didapat, tapi CKPC Pangkalan Bun bisa menampilkan foto tersebut yang membuat saya kagum,” ujar Bupati Kobar.
Dengan mengambil tema 54 tahun Kobar dalam foto, sebenarnya tidak hanya itu, lantaran ada foto tahun 1929 yang terdokumentasikan dengan baik dan bisa ikut dipamerkan dalam HUT ke 54 Kabupaten Kobar tahun 2013.
Dikatakan Bupati Kobar, pameran foto sangat dikagumi lantaran adanya perbandingan, yang mana satu tempat itu ada beberapa foto. Seperti halnya Istana Kuning jaman dulu sampai sekarang ada fotonya dan ini bisa jadi pembanding yang membuat pameran tambah bagus.
“Selain memberi tampilan gambar yang memukau bagi yang melihat pameran foto, serta untuk nilai plusnya ini bisa mengedukasi karena dapat mengetahui dulu sebelum menjadi seperti sekarang ini tentunya lebih asli dan natural,” bebernya.
Termasuk dalam pameran foto juga terdapat para pemimpin Kabupaten Kobar dari jaman dulu sampai sekarang. Hal ini tentu mengenalkan para pemimpin dan juga pendiri Kobar sebelum berkembang seperti sekarang ini.
“Sebenarnya untuk di Pangkalan Bun Park  juga sudah bagus, tapi alangkah bagusnya lagi kalau di gedung  yang tentunya memberi kesan megah,” ujarnya.
Selain itu diharapkan ke depan para komunitas fotografer atau orang yang suka memoto bisa disalurkan dengan hal-hal yang positif dan itu terbukti dengan pameran yang digelar dalam memeriahkan HUT ke-54 Kabupaten Kobar ini, pasalnya masih bisa lebih dari seakrang.
“Kiranya komunitas CKPC ini kedepan bisa menggandeng para kawula muda dan para pencita fotografi agar bakat yang dimikili bisa disalurkan dengan baik. Kebetulan saya sendiri suka keindahan dan salah satunya lewat foto, jadi saya akan terus mendukung pameran-pameran seperti ini,” pungkas Bupati Kobar. (Sumber Radar Sampit, 14 Oktober 2013)

Tingkatkan Partisipasi UMKM di Kobar Expo 2013

Ajang Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Expo 2013 diharapkan mampu menjadi tempat munculnya berbagai produk unggulan terutama hasil karya usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Selain dituntut  berinovasi, usaha ini diharapkan juga dapat mendorong pertumbuhan ekomoni Kobar.
Karena itu dalam perannya, Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kobar juga ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut dan pihaknya terus mempromosikan dan memasarkan sejumlah produk unggulan dari industri kecil yang ada di Kobar.
Kepala Disperindag Kobar, Jahotler Lumban Goal mengatakan, pihaknya tidak mau ketinggalan untuk ikut memamerkan produk unggulan daerah, Yakni ikut mendorong pelaku UMKM Kobar agar berpartisipasi dalam Kobar Expo 2013. Menurutnya produk yang dipamerkan tentu berbeda dengan yang lain dalam hal ini pelaku UMKM dituntut untuk berinovasi agar baranag dangangannya diminati oleh banyak orang.
Untuk Disperindag sendiri memamerkan produk lokal , yaitu beragam hasil olahan rotan berupa kursi, meja, tudung saji dan hasil kerajinan lainnya. Kami sengaja memilih produk buatan rotan lantaran hal ini yang dibuat sendiri oleh pengrajin dari Kobar dan bahannya dari Kobar. Kedepan kami mengharapkan kantor-kantor Satuan Perangkat Daerah (SKPD) bisa menggunakan produk olahan rotan untuk mendorong pengrajin agar lebih eksis lagi,” ujarnya.
Jaholter menilai, furniture dari rotan tidak kalah hebatnya dari yang terbuat dari busa atau lain sebagainya. Tinggal dikreasikan rotan sebenarnya lebih elegan dan bagus digunakan untuk keseharian.
“Selama ini pengrajin sudah mengkreasikan produk olahan rotan agar bisa dipergunakan untuk segala aspek . Namun banyak barang yang dihasilkan berupa furniture,” ujarnya.
Selain menampilkan furniture dari rotan dikatakanya, Disperindag juga ikut memamerkan beberapa kerajinan tangan berupa cobek yang terbuat dari kayu ulin. Benda ini  juga banyak diminati  oleh masyarakat sehingga dalam pameran  kali ini tidak bakal disia-siakan begitu saja.
Disamping Dinas lainnya seperti Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kobar juga ikut memamerkan hasil pertanian di Kobar. Banyak hasil pertanian berupa beras lokal yang terkenal lebih wangi dan jagung yang dapat diolah setengah jadi , yakni berupa tepung . Begitu juga dinas dan badan dilingkup Pemkab Kobar juga banyak memamerkan hasil kreasi produk unggulan masing-masing. (Sumber Radar Sampit, 14 Oktober 2013)

Sabtu, 12 Oktober 2013

Ancam Tertibkan Pelajar Bolos

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Barat mengintensifkan pengawasan. Termasuk patroli ke sejumlah warung internet (warnet) di Pangkalan Bun yang menjadi tongkrongan para pelajar yang membolos sekolah.
Kepala seksi operasi dan penertiban (Kasipstib) Satpol PP Kobar Supiansyah mengatakan bahwa pihaknya bakal mengintensifkan penertiban kepada para gelandangan dan pengemis (gepeng), para PKL dan pelajar yang membolos.
“Sejauh ini upaya penertiban terus kami lakukan bukan hanya kepada pengemis termasuk juga kepada para PKL yang melanggar aturan seperti berjualan disembarangan tempat serta pelajar bolos yang kerap mangkal di sejumlah warnet,” kata Supiansyah.
Dikatakanya, tentu dalam penertiban harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan. Mengingat pimpinanya saat ini menjabat sebagai Camat Arut Selatan. Sehingga apapun harus diintensifkan dalam berkomunikasi. “Kami sudah melaporkan kepada atasan dan apabila ada perintah tentu kami akan bergerak . Para personil sudah siap, tinggal menunggu instruksi saja,” lanjutnya.
Sejauh ini, tambahanya, laporan terkait pelajar bolos dan nongkong diwarnet sudah beberapa kali ada yang melaporkan kepada pihaknya. Sehingga hal itu memang perlu diambil tindakan termasuk melakukan penertiban dan sidak ke warnet-warnet yang sering digunakan sebagai tempat berkumpul para siswa tersebut.
Dalam kesempatan ini pihaknya meminta kepada yang memiliki usaha warnet untuk tidak melayani pelajar saat jam masuk sekolah pukul 07.00 Wib sampai 13.00 Wib. “Sejauh ini himbauan masih sekedar lisan, tetapi kedepanya apabila masih marak tentu akan dibuatkan himbauan secara tertulis  dan sekaligus sangsinya. Apabila tidak dipatuhi maka usaha warnet bisa saja ditutup lantaran menggangu konsentrasi pelajar yang seharusnya fokus belajar,” pungkasnya. (Sumber Radar Sampit, 11 Oktober 2013)

Tahun Depan, Kobar Ajukan Kembali Formasi CPNS

Tahun ini Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tidak dapat jatah untuk penyelenggaraan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, Pemkab Kobar baru bisa mengajukan ke pusat tahun depan.
Kepala Badan Kepegawaian Dearah (BKD) Kobar Gusti Imansyah mengatakan, Pemkab Kobar akan mengajukan ke pusat untuk mencukupi kekurangan pegawai, terutama untuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
“Tahun ini memeng kita tidak mendapat jatah, karena dikhawatirkan belanja pegawai akan melebihi 50 persen. Saat ini jumlah belanja pegawai lebih dari 40 persen dari APBD,” jelas Imansyah di ruang kerjanya, kemarin (10/9).
Sebenarnya, kata Gusti Imansyah, Pemkab Kobar sudah berupaya agar tahun ini bisa melakukan rekutmen CPNS, tetapi belum disetujui. “Yang penting kita sudah berusaha. Ke depan kita akan ajukan kembali sesuai analisis kebutuhan masing-masing SKPD,” tandasnya.
Menurutnya, Pemkab Kobar membutuhkan tenaga baru untuk mengganti PNS yang memasuki usia pensiun. Setiap tahun rata-rata mencapai 60 sampai 70 pegawai pensiun.
Imansyah membeberkan saat ini, jumlah PNS di lingkungan Pemkab Kobar 5.170 orang dengan rincian 2.306 tenaga guru, 717 tenaga kesehatan dan 2.147 tenaga teknis. Sesuai rencana awal, BKD Kobar mengusulkan 897 tambahan pegawai yang terdiri dari 433 tenaga guru, 145 tenaga kesehatan, 310 tenaga teknis.
Kepala  Bidang Pengembangan BKD Kobar Mualami menambahkan, pihaknya telah berupaya mengajukan formasi sesuai analisis di masing-masing SKPD tetapi belanja pegawai di Kobar sudah mendekati 50 persen sehingga tahun ini belum mendapat giliran. (Sumber Radar Sampit, 11 September 2013)

Siapkan Festival Maruba dan Pasar Rakyat

Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabuupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada Oktober nanti, sejumlah agenda kegiatan sudah dipersiapkan Pemkab Kobar. Selain apel peringatan, pada tanggal 7-12 rencananya akan digelar festival budaya Maruba atau Marunting Batu Aji dan pasar rakyat. Dua kegiatan ini akan dilaksanakan di Pangkalan Bun Park.
“Satu tempat dua kegiatan. Nanti pengunjung pasar rakyat dapat sekaligus menyaksikan berbagai pertunjukan tradisional seperti tari-tarian dan permainan ketangkasan khas daerah Kobar dalam festival,” beber Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kobar Abdul Wahab kemarin (11/9).
Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag)  Kobar, persiapan telah dilakukan seperti pembenahan lokasi Pangkalan Bun Park (PBP) dan meyosialisasikan kepada Kecamatan, Kelurahan dan desa-desa untuk ikut ambil bagian.
Dalam pasar rakyat nanti akan disediakan stand yang akan menyediakan berbagai macam olahan masyarakat Kobar, mulai dari Kuliner hingga kerajinan tradisional. Ajang Festival Maruba merupakan ajang untuk mengenalkan dan melestarikan berbagai kekayaan adat dan budaya khas Kobar kepada masyarakat. “Peserta Festival Maruba ini kita siapkan untuk ikut dalam festival isen mulang di Palangka Raya,” ujar Wahab. Menurutnya dengan digelarnya even tersebut juga untuk memanfaatkan PBP dengan kegiatan positif. (Sumber Radar Sampit, 12 September 2013)

Paling Sulit Mencari Foto Pangkalan Bun Tempo Dulu

Kabupaten Kotawaringin Barat akan memperingati Hari ulang Tahun (HUT) ke-54 tanggal 3 Oktober 2013 mendatang, berbagai pihak menyiapkan acara untuk menyemarakkan agenda tahunan tersebut, salah satunya Citra Kecubung Photografi Club.
Koordinator pameran foto Cristian Ribut mengatakan pameran foto mengambil tema “54 Tahun Kobar Dalam Foto”. Foto yang dipamerkan nanti juga berkaitan selama perjalanan Kabupaten Kobar dari dulu hingga sekarang.



“Pameran foto rencananya nanti akan digelar selama tiga hari di Pangkalan Bun Park (PP) itu persiapannya sudah 75 persen. Kegiatan pameran foto ini bersifat umum , diamana masyarakat Kobar bisa berpartisipasi untuk mengikutkan hasil jepretan fotonya dalam pameran,” kata pria yang akrab disapa Ribut ini.
Dikatakan Ribut, foto lama juga bisa diikutkan, termasuk foto yang berkaitan dengan kebudayaan, pembangunan, dan pariwisata.
Sejauh ini, partisipasi dari masyarakat dan para pencinta fotografi di Kobar sangat bagus, Banyak pihak yang mengirimkan foto, namun panitia bakal melakukan seleksi tentang foto yang masuk kreteria untuk dipamerkan. “Sejauh ini sudah banyak foto yang sudah masuk ke panitia. Saking banyaknya tentu harus dilakukan seleksi,” tukas pria pecinta fotografi ini.




Upacara di halaman Istana Kuning


Kebanyakan foto-foto yang sudah modern. Sedangkan foto-foto judul justru masih minim. Namun pihaknya berupaya mencari foto-foto zaman dulu, sehingga bisa melengkapi pameran yakni terdapat foto lama yang mengambarkan suasana dulu sebelum seperti sekarang. Tentunya bagi masyarakat asli Kobar tentu menjadi nostalgia Kota Pangkalan Bun tempo dulu.
“Untuk mendapatkan foto-foto zaman dulu memang susah tapi kami terus berupaya mencari tahu siapa yang punya foto zaman dahulu bahkan kami dari panitia datang ke sejumlah ahli waris para pendiri Kabupaten Kobar. Dimana disitu ada yang menyimpan foto lama dan dengan segala usaha sejumlah foto lama sudah banyak terkumpul,” ujarnya. Jumlah foto jadul yang terkumpul baru 30 foto. Tapi untuk mendapatkan itu semua butuh waktu dan meyakinkan banyak orang.
“Paling tidak pameran yang kami gelar nanti bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi banyak orang, Mohon hadiri dan sukseskan bersama-sama,” pungkasnya. (Sumber Radar Sampit, 21 September 2013)

Rute Bandara Iskandar Kalahkan Bandara Tjilik Riwut

Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar mempunyai tekad yang tinggi untuk mewujudkan pembangunan daerahnya, salah satunya pembangunan transfortasi udara. Bandara Iskandar Pangkalan Bun sejauh ini sudah mampu memberikan hal yang baik untuk masyarakat Kobar dan sekitarnya.
Bandara Iskandar sebenarnya dari segi rute sudah mengalahkan Bandara Tjilik Riwut yang ada di Kota Palangka Raya,” kata Bupati Kobar dalam acara Malam Betomu Menyadi Salaman dalam rangka HUT ke 54 Kobar di Aula Kantor Bupati kamis (3/10) malam.
Dikatakanya, Bandara Iskandar sudah terhubung dengan sejumlah kota-kota besar di Pulau Jawa diantaranya Semarang, Solo dan Jakarta. Bandara Iskandar Pangkalan Bun juga terhubung dengan Bandara Ketapang Kalbar dan Sampit.
Apalagi lanjutnya untuk Bandara Iskandar Pangkalan Bun yang terus dibangun dan tahun ini landasan pacunya diperpanjang sekitar 260 meter sehingga nantinya maskapai besar bisa masuk ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun.
“Jika landasan pacunya jadi nanti menjadi sekitar 2.100 meter lebih dan itu standar untuk Lion, Citilnk dan Sriwijaya sudah bisa masuk . Transfortasi udara di Pangkalan Bun lebih mudah,” ujarnya.
Pihaknya berharap Bandara Iskandar bisa memberi pelayanan yang lebih baik lagi. Ruang tunggu juga bakal ditambah demi kenyamanan masyarakat. “Sejauh ini untuk penumpang sendiri, sudah banyak sehingga memang perlu dibuka untuk maskapai  baru lagi. Namun harapan saya untuk maskapai yang sudah Boeing, supaya ini lebih enak dan masyarakat  yang bakal terbang ke sejumlah kota melalui Bandara Iskandar Pangkalan Bun lebih nyaman dan semakin bertambah banyak,” harapnya. (Sumber Radar Sampit, 05 Oktober 2013)

Kobar Semakin Jaya di Usia Ke-54





Kemarin (3/10), Kabupaten Kotawaringin Barat tepat berusia 54 tahun. Hari ulang tahun (HUT) Kobar kali ini diperingati dengan inspektur upacara Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Ahmad Diran.
Wakil Gubernur mengatakan, Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan salah satu Kabupaten terbaik di Kalimantan Tengah. Kabupaten ini memiliki banyak kelebihan di bandingkan Kabupaten lain di Kalimantan Tengah. Mengenai akses, Kabupaten Kobar sudah punya bandara dan pelabuhan.
“Dengan usia ke-54 Kabupaten Kobar ini adalah perjalanan waktu yang tidak singkat. Dalam perjalannya banyak liku-liku yang harus dilalui. Hal itu merupakan bumbu dan tentu adalah hasil akhir yaitu berupaya perkembangan pembangunan yang terus mengalami kemajuan,” puji Wakil Gubernur Kalteng terakit pembangunan Kobar.
Selain itu, usia yang ke-54 harus dimaknai dengan terus melakukan pembangunan. “Tapi saya yakin kekompakan masyarakat yang sangat luar biasa ini  bakal mampu menjadi Kabupaten yang terus berkembang dan terus berjaya.
Apalagi dengan ekspornya yang sangat luar biasa itu kedepan mempunyai peluang yang tinggi lantaran Kobar mampu berada di tingkat atas,” ujarnya.
Wakil Gubernur mangatakan, Kobar sudah jaya di usia yang ke-54. Kejayaan itu harus dipertahankan dengan baik seiring dengan perkembangan zaman. “Intinya semuanya dalam momen HUT ke-54 Kabupaten Kobar saya ucapkan selamat dan mari kita bangun Bumi Tambun Bungai ini menjadi Provinsi terdepan di kancah regional, nasional dan internasional,” ucap Wakil Gubernur Ahmad Diran.
Sementara Bupati Kobar Ujang Iskandar mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan kinerja di berbagai sektor. Kabupaten Kobar mengalami perkembangan yang sangat cepat dan terus ditopang dengan pembangunan yang memadai.
“Komitmen kami sebagai pemimpin tentunya akan terus memajukan Kobar lebih dari apa yang sudah kita raih selama ini. Semua apa yang dilakukan ini adalah untuk kemakmuran masyarakat dan pada tujuan akhirnya adalah kejayaan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kobar,” bebernya (Sumber Radar Sampit, 04 Oktober 2013)

Pawai Nasi Adab, Tradisi Setiap HUT Kobar

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan hari jadi Kabupaten Kotawaringin Barat selalu diwarnai dengan pawai nasi adab. Tradisi masyarakat lokal ini juga disemarakan oleh masyarakat setempat dan pendatang kemarin.
Pawai nasi adab dimulai didepan rumah jabatan Wakil Bupati Kobar, Jalan Pangeran Antasari sekitar pukul 10.00 Wib dan berlangsung sampai pukul 14.00 Wib. Event ini dibuka langsung oleh Bupati Kobar Ujang Iskandar dan Wakil Bupati Kobar Bambang Purwanto itu diikuti unsur FKPD Kobar, organisasi masyarakat, profesional, mahasiswa, pelajar dan masyarakat. Sepanjang jalan yang dilalui konvoi nasi adab dipenuhi massa.
Sejumlah atraksi mewarnai pawai nasi adab. Misalnya Paguyupan Pasundan menampilkan Sisingaan dengan menaikkan Bupati dan Wakil Bupati Kobar untuk ikut diarak. Bupati Kobar pun mengapresiasi paguyupan asal Jawa Barat itu.
“Saya cukup senang dengan diselenggarakannya pawai nasi adab ini merupakan ciri khas setiap HUT Kabupaten Kobar. Banyak pertunjukan luar biasa dan menghiasi mobil dengan berbagai kesenian untuk mengarak nasi adab. Ini sungguh luar biasa banyak peserta yang mengikuti kegiatan ini. Tahun ini lebih meriah dari tahun lalu,” kata Bupati Kobar.
Sebagai pimpinan daerah Bupati mengharapkan pawai nasi adab menjadi event besar yang dapat menyedot perhatian wisatawan, apalagi perayaan ini hanya setahun sekali. “Biasanya pawai nasi adab hanya diikuti lintas sektoral , tapi kini sudah berbeda dan sekarang lebih semarak dan banyak menonjolkan ke khasan Kobar. Ini patut dikembangkan dan kedepannya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Pawai nasi adab sendiri dipusatkan di Balai Sembaga Mas yang merupakan cikal bakal Kabupaten Kotawaringin Barat. Saat di Sembaga Mas digelar acara seremonial untuk menghormati para pendiri Kabupaten Kotawaringin Barat. Pawai Nasi Adab merupakan pawai keliling yang membawa nasi tumpeng berwarna kuning yang bahannya berasal dari beras ketan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk memperingati HUT Kabupaten Kobar. (Sumber Radar Sampit, 06 Oktober 2013)

200 Pelajar Berprestasi Terima Beasiswa

Sebanyak 200 pelajar berprestasi mendapatkan beasiswa pendidikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat. Penyerahan beasiswa tersebut bertepatan dengan HUT Kobar ke-54. Dalam momen yang spesial ini Pemkab Kobar tentu memperhatikan semua bidang yang tentunya bisa memajukan Kobar termasuk bidang pendidikan. Pemkab Kobar memberikan beasiswa kepada pelajar yang berprestasi . Kebetulan alokasi beasiswa dalam momen spesial yang bertepatan dengan HUT ke-54 Kabupaten Kobar sebanyak 200 pelajar,” kata Bupati Kobar .
Dikatakan Bupati Kobar pemberian beasiswa ini dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Dengan adanya pemberian beasiswa paling tidak bisa memberi peningkatan lagi dalam bidang pendidikan. Sehingga secara berkala pendidikan di Kobar terus mengalami peningkatan.” ujarnya.
Pemberian bea siswa tidak semata-mata sekedar memberikan begitu saja dan menghabiskan anggaran. Namun itu menjadi investasi jangka panjang bagi Kobar. Bagi pelajar yang memiliki prestasi akademik yang menjanjikan akan terus dibina dan kedepan bisa menjadi pemimpin yang sejati di Kabupaten Kobar.
“Kalau tidak dibina dari sekarang dengan pendampingan beasiswa, maka orang-orang yang beropertasi tidak terakomodir dan itu untuk mencari cikal bakal para pemimpin genarasi yang akan datang,” bebernya.
Bupati mengingatkan para pelajar dapat terus meningkatkan prestasinya. Disamping itu penerintah akan terus menaikkan jumlah beasiswa. “Kedepan jumlah beasiswa akan terus ditambah, jika sekarang hanya untuk 200 ortang kedepan bisa ditambah lebih banyak lagi. Serta ini untuk lebih menambah semangat para pelajar,” pungkasnya. (Sumber Radar Sampit. 10 Oktober 2013)

Ancam Tertibkan Pelajar Bolos

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Barat mengintensifkan pengawasan. Termasuk patroli ke sejumlah warung internet (warnet) di Pangkalan Bun yang menjadi tongkrongan para pelajar yang membolos sekolah.
Kepala seksi operasi dan penertiban (Kasipstib) Satpol PP Kobar Supiansyah mengatakan bahwa pihaknya bakal mengintensifkan penertiban kepada para gelandangan dan pengemis (gepeng), para PKL dan pelajar yang membolos.
“Sejauh ini upaya penertiban terus kami lakukan bukan hanya kepada pengemis termasuk juga kepada para PKL yang melanggar aturan seperti berjualan disembarangan tempat serta pelajar bolos yang kerap mangkal di sejumlah warnet,” kata Supiansyah.
Dikatakanya, tentu dalam penertiban harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan. Mengingat pimpinanya saat ini menjabat sebagai Camat Arut Selatan. Sehingga apapun harus diintensifkan dalam berkomunikasi. “Kami sudah melaporkan kepada atasan dan apabila ada perintah tentu kami akan bergerak . Para personil sudah siap, tinggal menunggu instruksi saja,” lanjutnya.
Sejauh ini, tambahanya, laporan terkait pelajar bolos dan nongkong diwarnet sudah beberapa kali ada yang melaporkan kepada pihaknya. Sehingga hal itu memang perlu diambil tindakan termasuk melakukan penertiban dan sidak ke warnet-warnet yang sering digunakan sebagai tempat berkumpul para siswa tersebut.
Dalam kesempatan ini pihaknya meminta kepada yang memiliki usaha warnet untuk tidak melayani pelajar saat jam masuk sekolah pukul 07.00 Wib sampai 13.00 Wib. “Sejauh ini himbauan masih sekedar lisan, tetapi kedepanya apabila masih marak tentu akan dibuatkan himbauan secara tertulis  dan sekaligus sangsinya. Apabila tidak dipatuhi maka usaha warnet bisa saja ditutup lantaran menggangu konsentrasi pelajar yang seharusnya fokus belajar,” pungkasnya. (Sumber Radar Sampit, 11 Oktober 2013)

Ajang Pelestarian Budaya Dan Kesenian Lokal

Mengawali pembukaan Wakil Bupati memukul gong sebagai bentuk cintanya terhadap budaya yang dimiliki Kabupaten Kobar. Mengingat acara yang sangat luar biasa ini diharapkan mampu memberikan nilai plus terhadap Kabupaten Kobar khususnya masyarakat yang telah berpartisipasi dengan mengikuti serangkaian acara dengan menonjolkan budaya lokal khususnya Kabupaten Kobar.
Dikatakan Wabup sebagaimana untuk menguatkan tekad bahwa upaya pembangunan yang dilaksanakan selama ini untuk mewujudkan cita-cita bersama yakni tercapainya masyarakat yang membangun kebersaman dan kekondusifan menuju Kobar yang sejahtera, berkeadilan dan jaya tanpa mengesampingkan nilai-nilai kebudayaan yang ada di Kabupaten Kobar.
“Nilai-nilai luhur yang juga kita kenal sebagai kearifan lokal merupakan wahana untuk menanamkan rasa bangga akan budaya daerah dan cinta tanah air. Budaya dapat dimanifestasikan kedalam kehidupan sehari-hari sehingga bertutur dan bertindak sesuai dengan lingkungannya,” kata Wabup.
Demikian halnya, lanjut Wakil Bupati kesenian adalah salah satu unsur kebudayaan  yang tidak dapat dipisahkan dalam lingkaran kehidupan masyarakat. Perkembangan kesenian akan mempengaruhi peradapan nilai-nilai budaya. Untuk itu perlu adanya pembinaan dan pengembangan yang salah satunya yakni dengan menggelar festival budaya.
“Berkenaan tersebut Pemkab Kobar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kobar mengadakan festival Budaya Marunting Batu Aji yang bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Ke-54 Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2013. Dengan harapan dapat menumbuh kembangkan daya cipta, kreatifitas dan keterampilan seni budaya di Kabupaten Kobar,” beber Wakil Bupati Kobar.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kobar Abdul Wahab mengatakan, sejumlah perlombaan yang diadakan dalam festival Marunting Batu Aji yakni Budaya dan Kesenian yang berbasis lokal. Sehingga kebudayaan yang dimiliki oleh Kabupaten Kotawaringin Barat tidak luntur begitu saja, yang mana hal ini pemerintah melalui Disbudpar dengan menggelar festival budaya Marunting Batu Aji.
“Kegiatan festival ini sudah berlangsung setiap tahun dan hal ini nantinya untuk lebih  menumbuhkan kembangkan nilai kebudayaan kepada masyarakat meningat budaya yang kita miliki itu sangat banyak, apabila tidak diberi wadah kesenian dan kebudayaan yang kita gembar-gemborkan bakal luntur begitu saja,” tungkasnya.
Sejumlah perlombaan yang digelar yakni lagu pop daerah, pantun seloka, mamanda, sumpit, sepak sabut, dan sejumlah kesenian dearah lainnya. Termasuk dalam Festival Budaya Marunting Batu Aji yakni bakal memilih putra-putri pariwisata Kobar tahun 2013. (Sumber Radar Sampit, 10 Oktober 2013)

Masyarakat Dayak Kobar 1940


Groepsportret_met_Dajaks_in_Pangkalanboeoen_1910-1940

In Sukamara. An islamic wedding. 1928
 
Sumber : COLLECTIE_TROPENMUSEUM_

Jumat, 20 September 2013

Makam Raja-raja Kuta Tanah


Tanggal : 2013-08-27

Tentang
MAKAM RAJA- RAJA KUTA TANAH :
Komplek makam raja-raja Kotawaringin Lama saat ini menyebar di sisi barat Astana Alnursari kampung Kotawaringin. Pada saat ini makam sultan dan kerabat kerajaan sudah bercampur dengan makam umum. Keberadaan makam sultan pertama hingga ke-7 belum teridentifikasi karena bercampur dengan pemukiman penduduk, hal ini semakin sulit di data karena telah marak penjualan tanah yang tak terkontrol. Sedang komplek makamnya kurang terpelihara,
Area Komplek makam berukuran 20 x 30 m berisi sekitar 30-an makam. Diantara makam-makam tersebut 11 makam merupakan keluarga raja, menggunakan konstruksi kayu ulin, ornamen sulur daun  dan berinskripsi, ada nisan berbentuk Gada seperti model nisan Makasar, tiga buah nisan berbahan batu andesit. Diluar komplek makam Kuta Tanah, ada sekitar ratusan yang belum teridentifikasi siapa, kapan dimakamkan dan masa sultannya.

Sumber : http://cholidhusain.com/secound.php?page=selengkapnya_wisata&id=22

RUMAH MERIAM BERANAK

Wisata budaya


Tanggal : 2013-08-27
Tentang
RUMAH MERIAM BERANAK :
Berada pada sisi kiri bangunan Astana(berada di areal Astana Alnursari) yang disebut “Rumah Meriam Beranak” yang berukuran 7x 2,5 m dengan arsitektur rumah panggung dan berkonstruksi kayu ulin. Bangunan ini untuk menyimpan benda-benda pusaka dan berbagai benda yang masih dikeramatkan, seperti :
- Landasan Meriam berukir
- Meriam beranak yang terdiri dari 3 meriam besar berukir yang konon 1 ibu, 2 laki-laki beserta 5   meriam kecil yang disebut anak.
- 3 buah gong
- Berbagai bentuk Dayung
- 1 buah Nekara
- 1 buah Nekara Perunggu, yang digunakan sebagai perantara pemanggil hujan dengan cara dipukul. Diameter bidang pukul 45cm, tinggi 45cm. Nekara ini masih dalam kondisi utuh, yaitu terdiri dari bagian bidang pukul (permukaan atas), bahu, pinggang, dan kaki.motif yang berada di nekara sudah kabur.
- Bejana Besi Perunggu, sebagai wadah air pentasbihan.

 
Sumber : http://cholidhusain.com/secound.php?page=selengkapnya_wisata&id=19 

Plat Kendaraan di Kalteng

KH…..A > Palangka Raya
KH…..B > Kapuas
KH…..D > Barito Selatan (Buntok)
KH…..E > Barito Utara (Muara Teweh)
KH…..F > Kotawaringin Timur (Sampit)
KH…..G > Kotawaringin Barat (Pangkalan Bun)
KH…..H > Gunung Mas (Kuala Kurun)
KH…..J > Pulang Pisau
KH…..K > Barito Timur (Tamiang Layang)
KH…..M > Murung Raya (Puruk Cahu)
KH…..N > Katingan (Kasongan)
KH…..P > Seruyan (Kuala Pembuang)
KH…..R > Lamandau (Nanga Bulik)
KH…..S > Sukamara
Jadi Kalau aku bertemu plat dengan kode di atas..
aku tau dari daerah mana kendaraan itu,,
pertanyaannya..emang penting (?)
jawabnya : minimal sebagai orang kal-teng..harus tau lah..hehehe..Peace

sumber : http://pangkalanbun.wordpress.com/

Kamis, 19 September 2013

Foto Pangkalan Bun - Potret Menarik
Foto Pangkalan Bun ini merupakan hak milik TripAdvisor



Foto Pangkalan Bun - Potret Menarik
Foto Pangkalan Bun ini merupakan hak milik TripAdvisor

Senin, 05 Agustus 2013

Operasi Ketupat Urai kemacetan dan Tekan Lakalantas

Operasi ketupat 2013 akan dilaksanakan pada tanggal 1-16 Agustus, Polres Kobar telah menyiapkan lima pos pengaman yang tersebar di titik-titik rawan macet dan rawan kecelakaan. Dalam lima pos tersebut disiagakan 95 anggota polisi.
Kapolres Kobar AKBP Novi Irawan mengatakan, Polres berusaha untuk menekan angka kecelakaan dan mengurai kemacetan. Lebaran tahun lalu masih terjadi kemacetan di beberapa titik, seperti kawasan pelabuhan, SPBU dan tempat rekreasi.
Usai apel Operasi Ketupat dihalaman Mapolres Kobar kemarin (1/8), Novi menghimbau pemudik yang menggunakan kendaraan agar mengecek kondisi kendaraan, mematuhi rambu-rambu lalin dan berdoa. Polres juga menyiapkan posko pelayanan di Simpang Runtu Kecamatan Pangkalan Lada dan Amin Jaya Kecamatan Pangkalan Banteng. Bagi pengguna kendaraan jika di perjalanan terjadi masalah dipersilahkan mampir, karena posko pelayanan untuk memberikan kenyamanan.
Secara terpisah, Kapolsek Pangkalan Banteng AKP Sarno mengatakan, Polsek Pangkalan Banteng mendirikan pos pantau di depan Pasar Karang Mulya Kecamatan Pangkalan Bnateng, Kamis 91/8) pagi. Pos ini untuk memberikan rasa aman, ketertiban dan kelancaran lalulintas saat masyarakat melaksanakan mudik dan balik. “Kita siapkan 10 anggota dari polsek dan juga akan ada empat anggota tambahan dari polisi lalulitas,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, ada beberapa ruas jalan yang dianggap rawan kecelakaan seperti di Trans Kalimantan yang melintasi wilayah Banteng. “Beberapa ruas jalan di sepanjang jalur Karang Mulya hingga Amin Jaya yang di kupas untuk diperbaiki, dan itu sangat rawan terjadinya kecelakaan,” ujar Sarno. (Sumber Radar Sampit, 02 Agustus 2013)

Baznas Serahkan Zakat untuk 105 Orang

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kotawaringin Barat menyerahkan zakat kepada 105 orang tidak mampu yang tersebar di 7 desa dan kelurahan, kemarin (31/7). Penyerahan dilakukan di aula Kantor Bupati dengan dihadiri sejumlah pejabat dan FKPD di lingkup Kabupaten Kobar.
Ketua Baznas Kobar Bambang Purwanto mengatakan pemberian zakat ini merupakan salah satu bentuk keperdulian Baznas. Sesuai Undang-undang No. 23 Tahun 2011 yang menyebutkan bahwa menunaikan zakat merupakan kewajiban umat islam.
“Dalam pembagian zakat tahun ini Baznas Kabupaten Kobar dapat membagikan 105 orang dengan ketentuan tidak mampu dari 7 desa dan kelurahan di Kabupaten Kobar. Yang mana penyalurannya ini masing-masing orang mendapatkan uang Rp 500 ribu,” kata Wakil Bupati.
Wakil Bupati menambahkan pemberian zakat kepada masyarakat kurang mampu bertujuan untuk meningkatkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Serta dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna zakat harus dikelola secara melembaga sesuai dengan syariat islam. “Meski tahun ini Baznas Kobar memberikan zakat dari APDB. Namun untuk tahun-tahun selanjutnya bakal menyalurkan zakat dari masyarakat yang sudah dizakatkan di Baznas Kabupaten Kobar,” ujarnya.
Termasuk Bambang juga meminta agar para Kepala Dinas dan pejabat serta PNS dilingkungan Pemkab Kobar kiranya bisa menyumbangakan zakatnya melalui Baznas Kabupaten Kobar. “Saya berharap semua unsur dari pejabat hingga lingkup PNS dilingkup Pemkab Kobar dapat berbagi zakat melalui Baznas Kabupaten Kobar. Sehingga kedepan Baznas Kabupaten bisa kembali eksis dan bisa membantu masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan. Serta Baznas Kobar juga berjanji akan mengelola zakat secara terbuka, yang mana segala sesuatu bakal diumumkan lewat media cetak maupun elektronik,” bebernya (Sumber Radar Sampit, 01 Agustus 2013)

Sebelum Beli Kue, Cek Tanggal Kedaluwarsa

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotawaringin Barat Jahotler Lumban Goal menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati membeli makanan, terutama makanan dalam kemasan yang kadaluwarsa dan ilegal. Semakin meningkatnya kebutuhan makanan untuk persiapan Idul Fitri sering dimanfaatkan oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan sepihak.
“Masyarakat harus lebih cerdas dan ekstra hati-hati dalam membeli berbagai produk makanan dan minuman untuk kebutuhan Idul Fitri. Jangan sampai terjebak membeli barang kadaluwarsa, pastikan segel dan lebel tanggalnya belum melewati batas pemakaian,” ujar Jahotler kemarin.
Menurutnya kebutuhan makanan meningkat drastis menjelang lebaran, baik itu berupa kebutuhan pokok maupun makanan kecil berupa kue ataupun makanan ringan untuk hidangan.
“Jangan hanya kerena murah lantas dibeli dan diborong. Pastikan kondisi fisik, cek label dan segel barang yang akan dibeli. Kalau memang limit dan segel masih bagus, berarti aman untuk dikonsumsi,” imbuhnya.
Selain makanan dan minuman kadaluwarsa, Jahotler juga mengharapkan masyarakat Kobar untuk mewaspadai makanan yang mengandung formalin dan boraks serta zat kimia lainnya yang berbahaya bagi kesehatan.
Pemantauan koran ini di pasar karang Mulya Pangkalan Banteng, terlihat pedagang makanan musiman mulai menggelar dagangannya berupa aneka cemilan dan roti dalam kemasan yang terjangkau. Sudarti salah satu pedagang mengatakan, semua produk makanan yang dijualnya layak untuk dikonsumsi karena buatan sendiri. Ia memesankan makanan tersebut ke produsennya. Menurutnya praktek curang pedagang yang menjual makanan kadaluwarsa malah bisa mematikan pasaran produk jualan mereka sendiri.
“Sebagian kita datangkan dari Jawa, dan untuk yang kita kemas sendiri kita langsung survei dengan mendatangkan pembuatnya sehingga kita tahu kualitas makanan yang kita pesan,” ujarnya. (Sumber Radar Sampit, 02 Agustus 2013)

Dinkes Buka Klinik VCT di Puskesmas

Pemerintah Kabuapten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) berencana memperbanyak klinik VCT (voluntary counseling and testing) atau tempat layanan kesehatan penderita HIV/AIDS. Selain klinik VCT di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun yang sudah ada sejak lama, ada dua puskesmas yang direncanakan akan dibuka pelayanan klinik VCT, yaitu karang Mulya dan Kumai.
“Saat ini sedang dipersiapkan, insyaallah tahun depan sudah bisa membuka pelayanan,” kata Kepala Bidang Penangulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Kobar Syamsudin, kemarin (31/7).
Menurutnya, maksud memperbanyak klinik VCT dengan menyebar ke daerah yang jauh dari kota agar mampu menjangkau keseluruhan penderita penyakit HIV/AIDS. Ia melanjutkan prorgam ini terkait juga dengan Keputusan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI Nomor 451/2012 tentang ditunjuknya RSUD Sultan Imanuddin sebagai rujukan penderita HIV/AIDS. “Jadi nantinya klinik VCT yang ada di RSUD menjadi tempat rujukan para penderita yang ditemukan klinik yang ada di Puskesmas,” jelas Syamsudin.
Lebih lanjut dia mengatakan, data penderita HIV/AIDS di Kobar menunjukan peningkatan. Sementara sebagian besar diduga malu memanfatkan VCT dengan jangkauan jauh, karena takut diketahui publik. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari sejumlah penderita HIV/AIDS, jika penyakit mereka sudah diketahui masyarakat, merasa akan dikucilkan atau dijauhi dari kepentinagn sosial. Sementara keberadaan VCT sendiri hanya berada di rumah sakit besar dan sangat jelas diketahui di kalangan publik.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Kelurga Berencana Indonesia (PKBI) Kobar, M. Erwin Hidayat mengatakan, di klinik VCT para klien akan diinformasikan bagaimana mencegah penularan HIV/AIDS yang rawan terjadi. Mereka juga dapat penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotik dan obat-obatan terlarang. “Prosentase resiko penularan HIV/AIDS mencapai 57 persen lebih kepada kelompok usia produktif yakni 15–45 tahun dengan resiko tinggi dialami ibu rumah tangga,” (Sumber Radar Sampit, 01 Agustus 2013)

Pasukan Kuning Terima Bonus Piala Adipura

Di bulan penuh berkah ini petugas kebersihan atau pasukan kuning di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kobar mendapatkan hadiah istimewa. Ratusan pahlawan piala Adipura tersebut mendapatkan bonus dari Pemkab Kobar atas prestasi mempertahankan piala adipura ketujuh kalinya. Penyerahan bonus tersebut dilakukan di sela-sela kegiatan buka puasa bersama dilingkungan Dinas PU Kobar, Selasa (30/7) lalu. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Bupati Kobar Ujang Iskandar serta Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Kobar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kobar Agus Yuwono mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini menjadi tradisi tahunan yang dilakukan. Lebih spesial kegiatan kali ini dibarengi dengan penyerahan bonus yang sebelumnya dijanjikan Pemkab Kobar kepada petugas kebersihan atas keberhasilan mempertahankan Piala Adipura untuk ketujuh kalinya.
“Total bonus yang dibagikan Rp 112.500.000,-. Jumlah itu dibagikan kepada 350 petugas kebersihan dan masing-masing mendapatkan Rp 350 ribu.” Kata Agus. “Untuk  bonus semua dibagi rata. Serta ada tambahan dari Bupati Kobar namun tidak semuanya lantaran sebagian sudah menerima saat penerimaan pengahargaan adipura yang dilaksanakan di Bundaran Pancasila. Serta dibagikan yakni sembako dan juga sarung bagi pria dan perempuan itu dapat kain,” ujarnya. Sementara Bupati Kobar Ujang Iskandar mengatakan bahwa pemberian bonus kepada pasukan kuning ini adalah bentuk apresiasi Pemkab Kobar terhadap keberhasilan meraih Piala Adipura. (Sumber Radar Sampit, 01 Agustus 2013)

Rabu, 31 Juli 2013

Kobar Bidik Wisata Edukasi

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus menggandeng pihak ketiga, yakni para investor untuk mengembangkan sektor pariwisata. Wisata yang terus dikembangkan adalah edukasi, sehingga kedepan hal tersebut diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi para turis mancanegara dan wisatawan asing.
Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar mengatakan, Pemkab Kobar mempunyai komitmen yang kuat untuk mengembangkan sektor pariwisata. Dalam hal ini, PT Korintiga Hutani menyatakan ingin ikut berpartisipasi mengembangkan wisata tersebut.
“Untuk pengembangan sektor pariwisata kami akan melakukan penandatangan MoU mengenai obyek wisata baru. Salah satunya mengenai potensi PT. Korintiga yang sudah bisa mengekspor bahan untuk pembuatan kertas, triplek dan lain sebagainya. Yang ditawarkan dalam wisata ini adalah tentang pembelajaran mengeani bahan dasar kertas, triplek dan cara pembuatannya. Sehingga tahu bagaimana prosesnya tidak hanya menggunakan saja,” kata Bupati Kobar, Kamis (25/7).
Menurutnya obyek wisata yang terus dimantapkan ini mengajak wisatawan untuk melihat secara langsung proses pabrik kertas dan pabrik chip itu sendiri. Namun untuk lebih spesifik dimulai dari persemaian, pembibitan, laboratorium, dan bagamana mengkloning satu bibit yang disebut hutan tanaman industri (HTI) serta hasil produksi yang berupa plywood dan hasil produksi lainnya untuk bahan bangunan.
“Dengan seperti itu, obyek wisata yang baru sekaligus rekreasi dan memberi edukasi. Dimana semua yang ditawarkan menjadi pemahaman mengenai proses hasil produksi itu semua dan sampai kita jumpai sehari-hari. Paling tidak, jika mengetahui hal itu menjadi pengalaman yang seru dan menyenangkan. Obyek wisata itu tidak harus spesifik pemandangan saja, tapi juga edukasi juga sangat penting,” jelasnya.
Mengenai lokasi yang cukup jauh, tahapan yang mulai dipersiapkan adalah tranfortasi dan homestay serta rumah betang yang juga menjadi tempat tujuan wisata. “Untuk bus tahun ini sudah kita siapkan, serta pembangunan homestay dan juga ruamh betang yang merupakan ciri khas Dayak yang kita bangun di Kecamatan Aruta. Serta kesenian lokal yang ada disana sudah kami coba eskpor semua, termasuk acara Dayak juga akan difasilitasi dan itu akan menyedot wisatawan asing,” tandasnya. (Sumber Radar Sampit, 27 Juli 2013)

1.500-an Pemudik Bertolak Ke Semarang

Peningkatan arus mudik di pelabuhan Panglima Utar Kumai mengalami peningkatan, kemarin (27/7). KM Egon milik Pelni yang bertolak ke Pelabuhan Tanjung Mas Semarang mengangkut penumpang sekitar 1.500-an.
GM Pelindo III Cabang Kumai, Bambang Fry disela pemantauan arus mudik mengatakan persiapan yang dilakukan pihaknya sudah maksimal. Mengatasi lonjakan penumpang yang akan pulang kampung, pihaknya melakukan perluasan terminal penumpang. Selain itu juga membuat tenda-tenda yang akan diperuntukan bagi calon penumpang. “Kami melalui Tim Terpadu penanganan arus mudik dan balik di pelabuhan ini telah mempersiapkan dengan matang,” kata Bambang Fry, kemarin (27/7).
Peningkatan keamanan pelabuhan selain melibatkan kepolisian juga pihak Koramil Kumai, KPLP. Dirinya sangat yakin seperti tahun lalu, semakin mendekati hari H lebaran justru semakin padat. Karena prediksinya saat ini hanya anak dan istrinya saja, sedangkan sang suami menunggu tunjangan hari raya (THR) yang sebagian masih belum dibagikan. (Sumber Radar Sampit, 28 Juli 2013)

Bidik Aruta Jadi Kawasan Wisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar)akan terus mengembangkan Kecamatan Arut Utara (Aruta) menjadi tujuan wisata. Selama ini, Kecamatan tersebut dinilai jauh ketinggalan dibandingkan Kecamatan lain di Kobar. Pengembangan pariwisata di Aruta diharapakan bisa memberi perubahan dan kemajuan bagi daerah itu.
Bupati Kobar Ujang Iskandar mengatakan, semua Kecamatan di Kobar mempunyai potensi yang layak untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata. Begitu juga di Kecamatan Aruta yang mempunyai segudang potensi wisata.
“Dalam pengembangan wisata di Kecamatan Aruta bakal dibidik yang berbeda dengan daerah lain. Yang mana pengembangan wisata di Aruta lebih pada sisi kebudayaan, yakni dengan menonjolkan khasnya Kalimantan yakni, adat dayak. Banyak tradisi yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat dan itu sangat layak untuk dipromosikan sampai ke tingkat nasional bahkan internasional,” kata Bupati.
Budaya yang bakal di bidik, kata Bupati diantaranya acara Tiwah, Acara Tiwah di Aruta berbeda dengan daerah kain di Kalteng. Sehingga hal itu menjadi daya tarik tersendiri. Termasuk saat acara tiwah besar, juga mampu menyedot wisatawan asing dan lokal. Artinya pengembangan wisata berbasis budaya ini layak dikembangakan.a
Menurut Bupati, pemerintah terus memantapkan pengembangan wisata tersebut. Aturan mengenai minuman beralkohol yang sudah menjadi ciri khas bakal diperdakan. Minuman beralkohol akan diberi tempat tersendiri agar tidak menggangu masyarakat lainnya.
Selain itu, tempat singgah di Kecamatan Aruta juga akan terus dikembangkan untuk tempat menginap wisatawan . “Tempat wisata sudah ada, begitu juga fasilitas penunjang, agar para wisatawan betah itu juga harus disediakan . Termasuk masyarakatnya juga ikut membangun perumahan yang bisa disewakan dengan segala fasilitasnya. Secara tidak langsung, ini sudah memberi efek yang baik bagi masyarakat,” jelasnya.
Bupati Kobar menambahkan  fasilitas penunjang transfortasi juga mulai dipikirkan oleh Pemkab Kobar, yakni dengan mempersiapkan bus. Bus pariwisata tersebut rencananya untuk melayani wisatawan yang akan ke berbagai tempat wisata di Kobar.
“Kalau di Aruta itu, selain ada budayanya, pemandanganya juga bagus. Seperti ada bukit yang pemandangannya indah, serta wisata alam lainnya yang harus dikunjungi. Termasuk arus sungai dan jeramnya menantang. Hal itu bisa menjadi alternatif  untuk pencinta alam. (Sumber Radar Sampit, 29 Juli 2013)

Safari Ramadhan, Bupati Singgung Pemekaran Provinsi Kotawaringin

Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar beserta jajarannya melakukan safari Ramadhan di Masjid Al Muhajirin, Desa Karang Mulya Kecamatan Pangkalan Banteng, Minggu petang.
Menjelang berbuka puasa, acara diawali dengan tausiah Ustaz Asroqi dari Bojonegoro. Ratusan warga dan undangan dari perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah Pangkalan Banteng menyimak tausiah dari ustaz.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati mengucapkan terima kasih kepada rombongan dan warga Pangkalan Banteng yang hadir dalam acara tersebut. Bupati memohon dukungan terhadap pembanguan daerah yang saat ini sedang dijalankan.
“Kerukunan atar umat beragama sangat penting demi kemajuan Kotawaringn Barat,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini Bupati juga menyampaikan perkembangan pembentukan Provinsi Kotawaringin yang tinggal menunggu hasil kajian yang dilakukan oleh ITB. Dengan terwujudnya provinsi baru, maka perkembangan dearah semakin pesat terlebih jika Kotawaringin Barat kelak bisa dipilih menjadi ibukota provinsi.
“Lima Kabupaten yakni Kobar, Kotim, Seruyan, Lamandau dan Sukamara telah satu visi dalam mewujudkan Provinsi Kotawaringin dengan harapan agar pemerataan pembangunan bisa terwujud di Kabupaten kita cintai ini,” terangnya.
Sebelum melaksanakan sholat terawih bersama, Bupati juga memberikan secara simbolis bantuan untuk rumah ibadah di Kecamatan Pangkalan Banteng terutama untuk pembanguan Masjid Al Muhajirin yang diterima oleh bendahara panitia pembangunan Khoirul Anwar serta menyerahkan insentif kepada para penghulu yang tugasnya membantu kerja KUA Kecamatan Pangkalan Banteng. (Sumber Radar Sampit, 30 Juli 2013)

Jumat, 26 Juli 2013

Revitalisasi Istana Kuning ; Spirit Baru Pangkalan Bun

Setelah terlibat dalam kegiatan penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Urban Heritage Pangkalan Bun tahun 2008 lalu dan mengawalnya hingga selesai, karena hanya tinggal saya dan Ari yang tersisa (itupun karena Ari saya tekan terus agar menyelesaikan tanggung jawabnya menyelesaikan gambar-gambar desain). Maka misi saya kali ini adalah mengawal RTBL yang telah saya susun tersebut agar bisa segera dilaksanakan pembangunan fisiknya sesuai program prioritas RTBL. Harapannya program perencanaan yang telah saya buat dalam RTBL itu tidak sekedar perencanaan di atas kertas saja, tapi juga bisa segera diimplementasikan di lapangan agar mampu menghidupkan kembali eksistensi kawasan bersejarah Istana Kuning. Saya sangat bersyukur karena ternyata pada tahun ini Ditjen Cipta Karya PU, melalui Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Propinsi Kalimantan Tengah telah menganggarkan dana pekerjaan fisik untuk merevitalisasi kawasan Istana Kuning dan Permukiman Tradisional Tepi Sungai Arut yang berada dalam Kawasan Urban Heritage Pangkalan Bun dimana hal itu dimaksudkan untuk menindaklanjuti perencanaan RTBL Pangkalan Bun 2008. Tidak hanya pekerjaan fisik saja, tapi juga Masterplan Kawasan Istana Kuning dan Rencana Tindak Penanganan Permukiman Tradisional di sekitar Istana Kuning juga dianggarkan pada tahun ini (Sukur deh saya masih dilibatkan lagi).
KAWASAN PUSAT KOTA PANGKALAN BUN - KALTENG
Hal itu benar-benar membuat saya sangat bersemangat, sehingga langsung bersedia ketika dimintai tolong secara sukarela oleh beberapa staf Satker PBL PU Propinsi melalui Pak Adit (Bos Saya) untuk berpartisipasi dalam pembuatan dokumen yang diperlukan PU dalam kegiatan lelang kontraktor pekerjaan fisik, meliputi penyusunan surat permohonan alih-fungsi penutupan jalan samping istana kuning pada Bupati Kotawaringin Barat, membuat daftar item-item pekerjaan konstruksi fisik sesuai prioritas RTBL, gambar-gambar teknis desain kawasan Istana Kuning (pendetailan RTBL), membuat RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat), menyusun HPS (Harga Penawaran Sementara), daftar kuantitas, dan sebagainya yang sebenarnya cukup menguntungkan saya (saya jadi banyak belajar mengenai prosedur lelang dan proses penyusunan anggaran di PU, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan). Meski pekerjaan itu cukup melelahkan karena gara-gara itu saya mesti mondar-mandir ke kantor Dinas PU Propinsi, bahkan ikut nemani staf PU lembur hingga larut malam saya tetap senang karena turut berpartisipasi memberikan pemikiran saya terkait proyek revitalisasi itu.
KAWASAN URBAN HERITAGE PANGKALAN BUN
Latar belakang kegiatan revitalisasi ini mengingat pola pembangunan Kota Pangkalan Bun yang sedang berkembang dalam era transisi, dimana akan terdorong untuk meninggalkan tradisi dan beranjak ke modernitas. Salah satu implikasi dari modernitas tersebut yaitu memudarnya Istana Kuning sebagai warisan peninggalan kerajaan Islam pertama, di Kalimantan Tengah. Apalagi kondisi bangunannya saat ini sudah tak asli lagi usai terbakar habis pada tahun 1986. Dengan memudarnya eksistensi Istana Kuning tersebut akan melenyapkan bagian dari sejarah suatu tempat yang dapat menjadi suatu image kota. Akibatnya generasi penerus tidak akan dapat lagi menyaksikan bukti-bukti sejarah dari perjalanan peradaban generasi sebelumnya. Padahal keberadaan bangunan Istana Kuning bersejarah merupakan cerminan dari kisah sejarah, tata cara hidup, budaya dan peradaban masyarakat sebelumnya. Sebagai kota yang memiliki banyak warisan bersejarah Kesultanan Kutaringin dimana pusat keraton yang bernilai sejarah juga berada di Kawasan pusat Kota Pangkalan Bun yang berkembang cepat namun kurang tertata dan tidak serasi dengan lingkungan sekitar, maka diperlukan tindakan penanganan yang konkrit sebagai tindak lanjut Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) tersebut agar dapat menjaga citra dan identitas kawasan yang mencerminkan karakteristik kawasan bersejarah Kutaringin. Jelas saat ini diperlukan upaya revitalisasi kawasan Istana Kuning sebagai simbol spirit baru Pangkalan Bun yang menjaga eksistensi peradaban Kesultanan Kutaringin.
KAWASAN ISTANA KUNING - PANGKALAN BUN
Maksud dari pekerjaan “Penyusunan Desain Kawasan Istana Kuning Pangkalan Bun” adalah sebagai tindak lanjut dari Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan untuk mewujudkan dokumen rencana dan program pembangunan fisik dalam penanganan bangunan dan tata lingkungan kawasan, memberi masukan teknis berupa rincian pengendalian perwujudan bangunan dan lingkungan serta mengarahkan peran serta para stakeholder pembangunan. Adapun tujuan dari pekerjaan ini adalah membuat desain Kawasan Istana Kuning yang terarah sesuai prioritas penanganan RTBL Kawasan Urban Heritage Pangkalan Bun yang telah ada, sekaligus menyiapkan desain kawasan sebagai upaya penataan fungsi dan fisik kawasan, serta pengendalian perwujudan bangunan dan lingkungan yang menjadi prioritas penanganan RTBL.
DESAIN ISTANA KUNING - PANGKALAN BUN
Sebagai sebuah kegiatan yang sangat kompleks, revitalisasi Istana Kuning nantinya direncanakan melalui beberapa tahapan dan akan membutuhkan kurun waktu tertentu yang cukup panjang, dimana prosesnya meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Intervensi Fisik
Intervensi fisik mengawali kegiatan fisik revitalisasi dan dilakukan secara bertahap, meliputi perbaikan dan peningkatan kualitas dan kondisi fisik bangunan, tata hijau, sistem penghubung/pergerakan, sistem signage/reklame, dan ruang terbuka/public space. Mengingat citra kawasan sangat erat kaitannya dengan kondisi visual kawasan sebagai kawasan bersejarah, khususnya dalam menarik aktivitas dan pengunjung, intervensi fisik ini perlu dilakukan. Isu lingkungan (environmental sustainability) pun menjadi penting, sehingga intervensi fisik pun sudah semestinya memperhatikan konteks tata lingkungan. Perencanaan pembangunan fisik tetap harus dilandasi pemikiran jangka panjang untuk menjamin keharmonisan kawasan.
2. Rehabilitasi Ekonomi
Revitalisasi yang diawali dengan proses peremajaan artefak harus mendukung proses rehabilitasi kegiatan ekonomi. Perbaikan fisik kawasan yang bersifat jangka pendek, diharapkan bisa mengakomodasi kegiatan ekonomi informal dan formal (local economic development), sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi kawasan Istana Kuning. Dalam konteks revitalisasi perlu dikembangkan fungsi campuran (komersial dan wisata) yang bisa mendorong terjadinya aktivitas ekonomi dan sosial (vitalitas baru).
3. Revitalisasi Sosial/ Institusional
Keberhasilan revitalisasi sebuah kawasan akan terukur bila mampu menciptakan lingkungan yang menarik (interesting place), jadi bukan sekedar membuat beautiful place. Maksudnya, kegiatan tersebut harus berdampak positif serta dapat meningkatkan dinamika dan keteraturan tatanan sosial masyarakat. Sudah menjadi sebuah tuntutan yang logis, bahwa kegiatan perancangan dan pembangunan kawasan Istana Kuning untuk menciptakan lingkungan sosial yang berjati diri yang mencerminkan karakter Kerajaan Kutaringin, dan hal ini pun selanjutnya perlu didukung oleh suatu pengembangan institusi sosial yang baik.

Sumber : ismail-bhakti.blogspot.com