Komunitas Blogger Kotawaringin Barat

Islamic Calendar

Islamic Widget

Senin, 19 April 2010

Pangkalan Bun Park


Peninggalan Sejarah




Tiang Bendera (atas)
Kompleks Makam Raja - raja (Bawah)

Profil Bupati Kobar



Nama DR. H. Ujang Iskandar, ST,M.Si
Alamat Jl. H.M Rafi’i Madurejo Pangkalan Bun Kab. Kotawaringin Barat
Agama Islam

KELUARGA
Istri Hj. Yustina Ismiati
Anak - Anak :
Barry Iskandar, Bryan Iskandar, Devito Iskandar, Julio Iskandar

PENDIDIKAN
SD Negri I Pangkalan Bun
SMP Negeri I Pangkalan Bun
SMA Negeri Pangkalan Bun
Universitas Islam Sultan Agung Semarang
S2 UGM Yogyakarta
S3 UGM Yogyakarta

PENGALAMAN ORGANISASI
Bendahara DPC NU Kotawaringin Barat Tahun 2004
Waket II DPD Kadin Kotawaringin Barat Tahun 1999
Anggota BPC Gapensi Kotawaringin Barat Tahun 2002
Penasehat DPD KNPI Kotawaringin Barat Tahun 2002
Waket DPD HIPMI Kotawaringin Barat Tahun 1999
Waket DPC Pemuda Pancasila Kotawaringin Barat Tahun 1995

PENGALAMAN KERJA
Direktur Utama PT. Utama Cipta Karya Pangkalan Bun tahun 1993 - 2001
Direktur CV Asta Karya Tahun 2002

Jadikan Kobar Ikon Kota Adipura






Pangkalan Bun – Obsesi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar) untuk kembali meraih piala Adipura keempat kalinya bukan tanpa alasan. Bupati Ujang Iskandar mengganggap jika ini terwujud akan mengangkat harkat dan martabat Bumi Maruntung Batu Aji di level nasional.
Menurut bupati, obsesi pemerintah dengan adipura bukan sekedar pialanya saja, melainkan multi player effect yang ditimbulkannya. Salah satunya Kobar akan memiliki brand “Kota Adipura”. “Multi player effect ini yang akan kita lanjutkan melalui optimalisasi sektor pariwisata pada 2010 ini,” ujar Bupati.
Bupati begitu meyakini kalau dengan brand “Kobar Kota Adipura” kian memudahkan program pemerintah sendiri dalam menarik dan mengundang para turis dari luar, baik itu turis asing maupun turis domestik. Sebab lanjutnya, siapapun yang ada ingin mengunjungi Kobar pada dasarnya motivasi yang dikejar adalah menambah devisa daerah yaitu kian membaiknya pendapatan asli daerah (PAD).
Selain itu, dengan brand “Kobar Kota Adipura” ini juga memuluskan strategi kebijaksanaan pemerintah daerah dalam mengundang para investor supaya ikut menanamkan modalnya di Bumi Marunting Batu Aji ini.
Dengan demikian, pembangunan diberbagai sendi bisa kian bangkit dan optimal, lalu pertumbuhan perekonomian daerah makin signifikan dan mempengaruhi pula dalam upaya menyejahterakan masyarakat itu sendiri.
Oleh karena itu, bupati berharap dalam menilai Adipura supaya melihat dari perspektif yang luas yaitu dari segala sisi kacamata sehingga tidak mudah pesimistis, melainkan optimistis sama-sama membangun daerah.
“Perlu suatu sikap kedinamisan dalam membangun daerah. Supaya semua sama-sama bahu-membahu menggerakkan kepeduliannya dalam menggapai tujuan yang kita idamkan bersama. Kobar pasti jaya kalau semua satu persepsi dan satu aksi,” pungkasnya.
Sekadar diketahui rencana bupati Kobar Ujang Iskandar tampil di acara green life style Metro TV pada hari ini, kembali ditunda dan akan dijadwal ulang. (Sumber : Radar Sampit, 25 Maret 2010)

Adipura di Pangkalan Bun - Kotawaringin Barat





Saat Mendapatkan Adipura Kategori Kota Kecil

Arsel Juara Umum MTQ Ke-41 Tingkat Kobar




Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-41 Tingkat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) resmi ditutup Bupati Kobar, H. Ujang Iskandar. Kontingen Arut Selatan (Arsel) kembali menjadi juara umum dan berhak atas piala bergilir.
Kemenangan itu hasil dari penilaian yang dilakukan dewan hakim. Dari penilaian yang ditandatangani Ketua Koordinator HM Chabib dan Sekretarisnya H Yusra Marwan, Kecamatan Arsel memperoleh nilai 77 poin.
Sementara kontingen Kumai berada di peringkat kedua, Pangkalan Lada peringkat ketiga, Kotawaringin Lama peringkat keempat, Pangkalan Banteng peringkat kelima dan Arut Utara pada peringkat keenam.
Sedangkan untuk pawai taaruf, Pangkalan Banteng menjadi juara pertama dengan mengantongi nilai 1.290 kemudian Kecamatan Kumai juara dua dengan nilai 1.220 dan kontingen tuan rumah dengan nilai 1.195 berhasil menempati posisi tiga.
Bupati Kobar H. Ujang Iskandar menganggap keberhasilan MTQ tidak hanya milik atau kerja panitia pelaksana saja, akan tetapi juga atas dukungan masyarakat Kobar umumnya. Selain itu, barometer kesuksesan bukan saja melahirkan qori dan qoriah serta hafiz dan hafizah terbaik saja, akan tetapi dapat dilihat dari hasil evaluasi sampai sejauh mana, MTQ dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun masyarakat yang qurani dan agamis. (Sumber: Radar Sampit, 10 April 2010)

Jumat, 02 April 2010