Komunitas Blogger Kotawaringin Barat

Islamic Calendar

Islamic Widget

Rabu, 02 Januari 2013

16 Honorer K1 Lolos Verifikasi

Sebanyak 16 honorer kategori satu (K1) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akan mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) dari 40 yang diajukan BKD Kobar, BKN hanya meloloskan 16 orang.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kobar Gusti M Imansyah menuturkan kewenangan verifikasi di tangan BKN. Dalam penetapan hasil verifikasi honorer K1 yang dinyatakan lolos ini, ada tahapan-tahapan yang telah dilaksanakan, termasuk memberikan rentang waktu 14 hari untuk peserta yang akan memproses, pasca penetapan atau pengumuman.
Dari semua yang dinyatakan tidak lolos verifikasi kali ini, mayoritas terkendala adminitrasi berupa bukti pembayaran gaji. Honorer yang dinyatakan tidak lolos diminta untuk mengecek secara langsung ke BKD, sehingga bisa diberikan penjelasan.
“Kita juga telah mengirimkan surat kepada SKPD terkait, mengenai honorer yang tidak bisa lolos kali ini, dan sejauh ini belum ada yang komplain,” terangnya.
Bagi 16 honorer yang dinyatakan lolos ini, pasca pengumuman diberitakan tengang waktu selama lima hari oleh kementrian untuk mengurus persyaratan seperti, surat kelakuan baik, surat keterangan kesehatan, kemudian surat pemeriksaan terbebas dari narkoba dan persyaratan lainnya.
Mengenai adanya kendala banyaknya hari libur cuti bersama seperti Natal dan Tahun Baru ini, para honorer diberikan toleransi hingga minggu pertama bulan Januari 2013 mendatang, tetapi kalau bisa per 31 Desember sudah selesai.
Terpisah, salah seorang honorer yang masuk verifikasi mengaku sudah mulai mengurus berbagai persyaratan yang ditetapkan. “Kita saat ini sudah mulai mengurus, seperti surat keterangan kelakuan baik, maupun surat keterangan kesehatan. Mudah-mudahan NIP segera keluar,” harap Hari, honorer yang bakal diangkat menjadi CPNS kemarin. (Sumber Radar Sampit, 29 Desember 2012)

Status BLUD Akan Diterapkan Januari

Direktur RSUD Sultan Imanuddin Sayuti Syamsul berharap rumah sakit bisa berstatus badan layanan umum daerah (BLUD) pada Januari 2013 mendatang. Saat ini usulan BLUD masih menunggu persetujuan dari tim yang diketuai oleh Sekretarius Daerah (Sekda) Kabupaten Kobar.
“Kalau tidak ada halangan januari 2013 RSUD Sultan Imanuddin sudah menjadi BLUD.” Ungkap Sayuti, Sabtu (22/12) siang.
Setelah rumah sakit bersatatus BLUD, diharapkan keluhan pasien bisa dikurangi. Salah satu contohnya bahan habis pakai berupa obat-obtan bisa teratasi dengan cepat tanpa menunggu anggaran pemda. Pasien juga tidak lagi menebus resep yang diberikan dokter ke apotik. Tetapi petugas rumah sakit yang menyediakan dan dihitung saat pasien akan pulang.
Terkait kekhawatiran masyarakat akan kenaikan harga saat penerapan BLUD, Sayuti membatahnya. Tarif rumah sakit tetap ditentukan pemerintah daerah.
“BLUD ini bukan mencari untung. Kalau rumah sakit swasta, tarif itu didasarkan biaya produksi ditambah margin keuntungan. Sedangkan BLUD, yang dijual adalah biaya produksi, itupun kalau pemerintah setuju. Kalau tidak, jual tarif 50 persen dari biaya produksi, sedangkan 50 persennya pemerintah yang tutup,” urai Sayuti.
Diterangkan Sayuti, penerapan pola keuangan BLUD bukan sebagai bentuk pemisahan diri dari pemerintah daerah. Sampai saat ini masih banyak pihak yang belum memahami secara utuh apa itu BLUD.
Penerapan pola keuangan BLUD tidak terpisahkan dari aset daerah, dengan demikian RSUD bukanlah badan usaha milik daerah (BUMD) yang pendapatan dan belanjanya tidak ditetapkan DPRD.
Untuk pengawasan sendiri, beber Sayuti dilakukan DPRD Kobar. Laporan keungan rumah sakit juga akan diperiksa Badan Pemeriksa Keungan (BPK) dan Inpektorat. Selain itu, RSUD juga harus bersedia diaudit oleh akutan publik. (Sumber Radar Sampit, 26 Desember 2012)

Puskesmas Madurejo Tangani 46 Kasus DBD

Puskesmas Madurejo, Kotawaringin Barat (Kobar), sudah menangani 46 kasus demam berdarah dangue (DBD) sepanjang 2012. Jumlah tersebut tergolong banyak dibandingkan puskesmas lainnya.
Petugas Puskesmas Madurejo Bahrianto mengatakan, banyaknya kasus DBD yang terjadi di wilayah Puskesmas Madurejo akibat perilaku masyarakat yang masih kurang perduli terhadap pemberantasan jentik dan melakukan pola hidup sehat. Padahal  pihak puskesmas tidak kurang-kurang melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang masalah kesehatan. Di samping itu, di lingkup Puskesmas Madurejo juga sudah terdapat 11 jumantik yang selalu aktif melaksanakan kegiatan.
“Selain tingkat keperdulian, juga koordinasi lintas sektoral yang kurang. Keterlibatan Pemerintah Kecamatan (Arsel) bisa dibilang minim. Kita perlu partisipasi dari pemerintah kecamatan untuk melakukan upaya sosialisasi yang lebih intens,” papar Bahrianto. Sejauh ini hanya pihak puskesmas dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar yang selalu aktif. Padahal, untuk mengkoordinasi masyarakat perlu adanya keterlibatan pihak kecamatan secara langsung.
Lebih lanjut Barianto mengatakan, berbagai upaya yang sudah dilakukan pihak puskesmas dan Dinkes diantaranya, penyuluhan terhadap berbagai kelompok masyarakat seperti kelompok shalawatan, surveiland di lapangan, pembagian abate dan fogging yang dilakukan dinas kesehatan.
“Kami sudah semaksimal mungkin melakukan sesuai protap,” ujarnya. Sekedar diketahui, Puskesmas Madurejo menjangkau dua kelurahan dan satu desa.
Selain wilayah Kelurahan Madurejo sendiri, wilayah kerja Puskesmas Madurejo juga membawahi Kelurahan Sidorejo dan Desa Pasir Panjang. Semua masuk Kecamatan Arsel. (Sumber Radar Sampit, 26 Desember 2012)

Truk Sawit Tanpa Jaring Akan Ditindak

Keluhan masyarakat pengguna jalan terkait masih adanya truk pengangkut buah sawit yang tidak menggunakan jaring pengaman ditanggapi Satuan Lalulintas Polres Kotawaringin Barat (Kobar). Petugas akan melakukan penindakan jika truk tidak memparhatikan keselamatan penggendara lain. Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar). Petugas akan melakukan penindakan jika truk tidak memperhatikan keselamatan pengendara lain.
Kapolres Kobar AKBP Novi Irawan melalui Kasat Lantas AKP Witdiardi mengatakan, pihaknya telah menindak truk pengangkut TBS tidak menggunakan jaring. Dia menghimbau agar para pengangkut TBS tidak memaksakan muatan hingga melebihi kapasitas kendaraan, “Kita akan lakukan penindakan jika menemui pengendara truk yang mengangkut sawit dengan tidak disertai jaring,” jelas Witdiardi belum lama ini.
Seperti diketahui, Jalan Ahmad Yani Pangkalan Bun setiap harinya selalu dipadati truk bermuatan buah sawit. Saat ini masih banyak truk pengangkut sawit tanpa dilengkapi jaring sehingga rawan jatuh di jalan raya.
“Kita sering takut jika berselisih dengan truk pengangkut sawit tanpa dilengkapi jaring diatasnya, karena tetangga saya pernah menjadi korban kejatuhan buah sawit di jalan raya,” ungkap salah seorang warga Pangkalan Lada yang tinggal di pinggir jalan raya ini.
Jika hal ini tidak ada tindakan dari pihak terkait, maka akan menggangu pengguna jalan lainnya, karena tidak sedikit yang buah sawitnya berjatuhan di jalan raya akibat dari penuhnya buah sawit yang diangkut. (Sumber Radar Sampit, 26 Desember 2012)

Aparat Ciduk Pelangsir Lagi

Aparat Polres Kotawaringin Barat (Kobar) terus merazia pelangsir bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hasilnya rencana penyelewengan solar ke luar daerah Kobar digagalkan. Sedikitnya 16 jerigen volume 20 liter yang diangkut menggunakan mobil pikap bernomor polisi KH 1501 GD diamankan di jalan Ahmad Yani Kilometer 10 Kelurahan Baru RT 25 Pangkalan Bun. Minggu (23/12) sore pukul; 16.00 WIB.
Kapolres Kobar AKP Novi Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Juyanto menjelaskan penangkapan berawal dari kecurigaan petugas di Jalan Akhmad Yani Kilometer 10. Saat pemeriksaan, sopir Usman (44) tidak mampu menunjukan dokumen resmi. Akhinya Usman diamankan bersama barang bukti kendaraan yang belakangnya membawa 16 jerigen solar.
“Rencananya BBM ini akan dibawa ke daerah atas. Pelaku akan dijerat dengan undang-undang migas. Pelaku dilakukan penahanan,” ungkap Juyanto.
Juyanto mengingatkan agar para pelangsir tidak coba-coba melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Kepolisian akan melakukan penahanan kepada pelangsir yang terbukti menyelewengkan BBM.
Tindakan tegas aparat kepolisian Polres Kobar terhadap pelangsir ini juga didasarkan banyaknya keluhan masyarakat terkait masalah BBM. “Ini perintah langsung Kapolres untuk memerangi pelangsir di wilayah Kobar khususnya. Berdasarkan aduan mayoritas masyarakat ketika Kapolres melakukan Safari Kamtibmas ke beberapa masjid, adalah masalah BBM dan Miras,” jelas Juyanto.
Keberadaan pelangsir lebih banyak meresahkan dan lebih memonopoli pembelian BBM bersubsidi, sehingga warga lainnya terkalahkan. Untuk itu Polres Kobar terus melakukan penindakan terhadap pelangsir atau pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi sampai pelangsir benar-benar bersih.
Tindakan tegas Kapolres Kobar terhadap pelangsir mulai berdampak positif, meskipun masih ada pelangsir, tetapi jumlahnya mulai berkurang. (Sumber Radar Sampit, 25 Desember 2012).

Selasa, 25 Desember 2012

Masyarakat Diminta Waspada Flu Burung

Terjadinya kasus flu burung yang mewabah unggas di sejumlah daerah di Pulau Jawa membuat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) turut waspada. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kobar langsung berinisiatif untuk meningkatkan koordinasi di jajarannya, termasuk petugas penyuluh lapangan (PPL).
Haryo Prabowo, Kabid Kesehatan Hewan dan Perlidungan Tanaman (Keswan dan Perlintan) Distanak Kobar, mengatakan  telah memberikan instruksi kepada sejumlah PPL yang tersebar di Kabupaten Kobar untuk lebih aktif melakukan investigasi kemungkinan terjadinya kasus virus H5N1. Petugas penyuluhan lapangan diminta segera melaporkan bila menemukan kasus tersebut.
“Semenjak kita mendengar ada kasus (flu burung) di sejumlah daerah di Jawa, kami langsung koordinasi dengan PPL agar lebih aktif, dan segera melaporkan bila ada ditemukan gejala-gejala kasus flu burung,” kata Haryo kemarin (20/12), PPL juga diminta lebih intens berkomunikasi dengan masyarakat, terutama yang memelihara unggas.
Dipaparkan Haryo, Kobar sebagai daerah yang terbuka memungkinkan sekali akan masuknya virus tersebut. Atas alasan itulah, pihaknya berupaya optimal untuk melakukan antisipasi, termasuk akan berkoordinasi dengan Balai Karantina Hewan. “Sejauh ini belum ditemukan. Tapi, kita perlu waspada terhadap masuknya unggas terutama dari Pulau Jawa,” tandasnya.
Pihak-pihak terkait juga diharapkan membantu upaya dari Distanak dengan memperketat masuknya unggas dari daerah lain. Bukan hanya di pelabuhan, namun sejumlah titik yang ditengarai menjadi akses lalu lintas luar daerah juga patut diwaspadai. “Seperti di Amin Jaya (Kecamatan Pangkalan Banteng), kita juga memperketat lalu lintas ternak di sana,”
Infeksi virus flu burung sangat cepat penularannya antar sesama unggas, dan juga ditengarai bisa menular ke manusia. Untuk itu, masalah ini menjadi perhatian serius Distanak Kobar. Instansi itu juga baru memberangkatkan perwakilanya ke Palangka Raya untuk mengikuti kegiatan dalam rangka antisipasi flu burung di Kalteng. Awal tahun 2012 lalu di Kabupaten Kobar juga ditemukan puluhan kasus unggas mati akibat wabah flu burung. (Sumber Radar Sampit, 21 Desember 2012)

Tiket Pesawat Ludes Sampai Tahun Baru

Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2013, tiket pesawat jurusan Pangkalan Bun ke sejumlah daerah di Jawa ludes dibooking pembeli. Sejumlah agen bahkan tidak melayani penjualan tiket untuk jadwal penerbangan hingga tahun baru.
“Yang dari sini ke Jawa penuh, tapi yang dari Jawa ke sini tidak begitu banyak,” ungkap Rofiq, pemilik agen tiket pesawat PT Jaya Maximal Pangkalan Bun, kemarin, (20/12). Menurutnya, terjadi lonjakan penumpang hampir 100 persen dari hari-hari biasa. Tiket penerbangan ke sejumlah daerah di Jawa seperti Semarang, Surabaya dan Jakarta, hingga  tahun baru sudah habis terboking.
Peningkatan jumlah penumpang tersebut juga berpengaruh terhadap harga tiket. Menurut Rofik, untuk harga tiket Pangkalan Bun – Jakarta maksimal mencapai Rp. 1,155 juta, Pangkalan Bun – Surabaya Rp 1.043 juta, dan Pangkalan Bun – Semarang harga tertinggi mencapai Rp. 937.000.
Yang paling banyak mengalami lonjakan adalah penumpang ke Jakarta. Ditengarai merupakan karyawan-karyawan perkebunan kelapa sawit yang hendak berlibur ke kampung halaman dengan membawa keluarganya. “Selain ada yang memang ke Jakarta, banyak yang ke Medan, Pelembang dan daerah-daerah lain,” ujarnya. Jakarta menjadi tempat transit mereka.
Sementara itu berdasarkan pantrauan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, situasi bandara terlihat mulai ramai. Menurut salah seorang petugas Bandara kondisi tersebut baru terjadi sekitar dua hari lalu. “Kalau penerbangannya ke Semarang dua kali (sehari). Jakarta dua kali, dan Surabaya yang hanya sekali dalam sehari,” ujar petugas tadi. (Sumber Radar Sampit,  21 Desember 2012).