Mandulnya tugas dan fungsi DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) dalam kurun
waktu satu tahun ini, memaksa pihak eksekutif mangambil inisiatif untuk
melaksanakan program pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar
terpaksa menyiapkan peraturan bupati (perbup) untuk menyusun dan
melaksanakan APBD 2013.
Bupati Kobar Ujang Iskandar mengakui hal itu.
Alasannya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda DPRD akan menggelar
pembahasan dan pengesahan APBD 2013. Bamus belum dibentuk, dan hanya
menjadi selentingan kabar namun tidak jelas penjadwalannya. Padahal,
selain sudah mendekati akhir tahun, empat fraksi telah mengusulkan
pembahsan anggaran.
“Kalau memang tetap seperti ini. Ya apa boleh buat, kita akan
terpaksa menggunakan perbup,” kata Ujang dibincangi Radar Sampit Rabu
(24/10) lalu. Alternatif ini siap dilaksanakan demi jalannya roda
pemerintahan dan pembangunan daerah. Pihaknya sudah mulai berbenah diri
sebagai antisipasi bila pada saatnya nanti DPRD tetap tidak mau membahas
anggaran.
Berdasarkan ketentuan selambat-lambatnya sebulan sebelum
akhir tahun anggaran legislatif semestinya sudah menetapkan APBD tahun
berikutnya. Sehingga, bila pada akhir November DPRD tetap tidak
melakukan pembahasan atau penetapan anggaran, maka dengan terpaksa
eksekutif menggunakan anggaran tahun 2012 dan dilegalkan melalui perbup.
Dasar
sahnya perbub sudah diatur oleh Peraturan Pemerintah (PP) 548/2007
tentang Pengelolaan Keuanganm Daerah, lalu Permendagri Nomor 13/2006,
sebagaimana telah diuubah dengan Permendagri Nomor 59/2009, sebagaimana
diubah menjadi Permendagri Nomor 21/2011 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah Dengan dasar itu Bupati cukup mengonsultasikan dengan gubernur.
Dikatakan
Ujang pada prinsipnya eksekutif berharap legeslatif bisa menjalankan
tugas dan fungsinya dengan baik demi kepentingan masyarakat luas.
Pembangunan menjadi tanggung jawab bersama demi kesejahteraan rakyat.
Namun masyarakat perlu memaklumi bahwa harmonisasai juga tidak akan
mungkin berjalan bila pihak lain tidak sepaham.
“Kita bersyukur
selama ini roda pemerintahan tetap berjalan. Permasalahan dapat diatasi
walaupun ada sedikit hambatan. Dan yang jelas ibarat orangtua sedang
berkelahi, masa depan anaknya akan dibiarkan, tidak dikasih makan, kan
tidak bisa begitu. Kita tetap berusaha sekuat mungkin agar kepentingan
masyarakat terlayani,” urai Ujang bijak. Pihaknya tetap berkomitmen
untuk meneruskan pembangunan dan melaksanakan program-program
kesejahteraan rakyat seoptimal mungkin. Eksekutif tidak ingin rakyat
menjadi korban atas ketidak harmonisannya dengan legislatif. (Sumber
Radar Sampit, 27 Oktober 2012).
Rabu, 19 Desember 2012
Ujang Inginkan Mall Dibangun di Kawasan Bundaran Pancasila
Lokasi bekas warung remang-remang di kawasan Bundaran Pancasila akan
dijadikan sebagai lokasi pembangunana mall. Hal tersebut diutarakan
langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Ujang Iskandar kemarin
siang.
“Kalau dilihat dari sisi lokasi memang cocok sekali, lokasi eks warung remang-remang di kawasan Bundaran Pancasila dibikin mall yang megah. Apabila ini terjadi, sangat membanggakan bagi masyarkat Kotawaringin Barat,” kata Bupati Kobar Ujang Iskandar kemarin siang.
Dikatakan Ujang, Mall tidak harus semegah yang ada di Jakarta, tapi setidaknya menyamai yang sudah ada di Kalteng. “Kalau masalah lokasi, tanahnya itu memang punya Pemkab Kobar sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.
Hanya saja yang menjadi masalah, biaya apakah harus menggunakan dana APBD ataupun bekerjasama dengan investor. Yang jelas masih direncanakan,” ujar pria yang selalu tampil dengan kacamata ini.
Terkait pembongkaran warung remang-remang, menurut Ujang terpaksa dilakukan karena banyak yang menjual minuman beralkhol. “Pemilik warung remang-remang akan kita tata dan bina supaya bisa bekerja sama dengan pemerintah derah. Setidaknya kalau sudah ditata dan dibina, pemilik warung ini bisa mengerti dan tentunya saat mall terealisasi, bisa ditempatkan di mall,” bebernya. (Sumber Radar Sampit, 25 Oktober 2012).
“Kalau dilihat dari sisi lokasi memang cocok sekali, lokasi eks warung remang-remang di kawasan Bundaran Pancasila dibikin mall yang megah. Apabila ini terjadi, sangat membanggakan bagi masyarkat Kotawaringin Barat,” kata Bupati Kobar Ujang Iskandar kemarin siang.
Dikatakan Ujang, Mall tidak harus semegah yang ada di Jakarta, tapi setidaknya menyamai yang sudah ada di Kalteng. “Kalau masalah lokasi, tanahnya itu memang punya Pemkab Kobar sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.
Hanya saja yang menjadi masalah, biaya apakah harus menggunakan dana APBD ataupun bekerjasama dengan investor. Yang jelas masih direncanakan,” ujar pria yang selalu tampil dengan kacamata ini.
Terkait pembongkaran warung remang-remang, menurut Ujang terpaksa dilakukan karena banyak yang menjual minuman beralkhol. “Pemilik warung remang-remang akan kita tata dan bina supaya bisa bekerja sama dengan pemerintah derah. Setidaknya kalau sudah ditata dan dibina, pemilik warung ini bisa mengerti dan tentunya saat mall terealisasi, bisa ditempatkan di mall,” bebernya. (Sumber Radar Sampit, 25 Oktober 2012).
Genjot Pariwisata melalui Travel Agent
Minimnya informasi tentang kawasan wisata di Kotawaringin Barat
disinyalir menjadi salah satu penyebab kurangnya gairah di dunia
pariwisata. Padahal, dari segi aksesibilitas, Kotawaringin Barat
memiliki keunggulan dibandingkan dengan Kabupaten lain.
Kobar memiliki transfortasi laut dan udara yang sudah terkoneksi ke beberapa kota, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo, dan Yogyakarta. Untuk menggenjot pembangunan di bidang pariwisata. Kementrian Pariwisata dan Ekomomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Pemkab Kobar mengandeng beberapa travel agent yang ada di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, serta travel agent di Kobar.
Di tengah ketatnya persaingan dunia pariwisata saat ini, para pemangku kepentingan perlu menjalankan strategi perlu menjalankan strategi dalam pengembangannya.
Pengembangan pariwisata yang saat ini sedang dijalankan adalah Workshop dan Business Metting untuk menjalin kerjasama antara biro perjalanan di Kobar dengan biro perjalanan di luar Kobar.
Kasubdit Promosi Wil III Kalimatan Sulawesi, Direktorat Promosi Dalam Negeri, Trindiana Tikupasang, mengatakan bahwa pengembangan pariwisata harus didukung oleh semua pihak, termasuk melibatkan bloger untuk berkunjung secara langsung ke Taman Nasional Tanjng Putting (TNTP) yakni tempat wisata andalan di Kotawaringin Barat yang juga telah ditetapkan sebagai cagar biosfer.
Kali ini, lanjut Trindiana, dengan acara ini diharapkan para pemilik biro perjalanan atau travel agent dari berbagai daerah dapat menggali informasi sebanyak-bayaknya tentang pariwisata di Kobar, sehingga kelak ada sinergi antara travel agent di Kobar maupun di daerah lainnya di Jawa.
“Kegiatan ini juga sebagai ajang promosi, khususnya Taman Nasional Tanjung Putting, walaupun secara tingkat kunjungan sudah lumayan khususnya pariwisata asing, tetapi untuk wisatawan domestik atau lokal masih rendah,” ungkapnya. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya dapat memperluas informasi kepada para wisatawan yang akan berkunjung ke Kobar.
Sekedar diketahui, Warkop dan Busisness Metting ini diikuti oleh beberapa travel agent dari Jawa dan berbagai media lokal maupun nasional untuk mendongkrak pariwisata di Kobar agar lebih dikenal lagi.
Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Putting Suwignyo pada kesempatan ini juga memaparkan rencana pengembangan TNTP ke depan. Selain menjual potensi wisata, yakni Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Keluang, dan Kawasan Senggora dan TNTP “Mudah-mudahan Pemda Kobar juga sejalan dengan konsep ini,” harapnya. (Sumber Radar Sampit, 09 November 2012)
Kobar memiliki transfortasi laut dan udara yang sudah terkoneksi ke beberapa kota, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo, dan Yogyakarta. Untuk menggenjot pembangunan di bidang pariwisata. Kementrian Pariwisata dan Ekomomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Pemkab Kobar mengandeng beberapa travel agent yang ada di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, serta travel agent di Kobar.
Di tengah ketatnya persaingan dunia pariwisata saat ini, para pemangku kepentingan perlu menjalankan strategi perlu menjalankan strategi dalam pengembangannya.
Pengembangan pariwisata yang saat ini sedang dijalankan adalah Workshop dan Business Metting untuk menjalin kerjasama antara biro perjalanan di Kobar dengan biro perjalanan di luar Kobar.
Kasubdit Promosi Wil III Kalimatan Sulawesi, Direktorat Promosi Dalam Negeri, Trindiana Tikupasang, mengatakan bahwa pengembangan pariwisata harus didukung oleh semua pihak, termasuk melibatkan bloger untuk berkunjung secara langsung ke Taman Nasional Tanjng Putting (TNTP) yakni tempat wisata andalan di Kotawaringin Barat yang juga telah ditetapkan sebagai cagar biosfer.
Kali ini, lanjut Trindiana, dengan acara ini diharapkan para pemilik biro perjalanan atau travel agent dari berbagai daerah dapat menggali informasi sebanyak-bayaknya tentang pariwisata di Kobar, sehingga kelak ada sinergi antara travel agent di Kobar maupun di daerah lainnya di Jawa.
“Kegiatan ini juga sebagai ajang promosi, khususnya Taman Nasional Tanjung Putting, walaupun secara tingkat kunjungan sudah lumayan khususnya pariwisata asing, tetapi untuk wisatawan domestik atau lokal masih rendah,” ungkapnya. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya dapat memperluas informasi kepada para wisatawan yang akan berkunjung ke Kobar.
Sekedar diketahui, Warkop dan Busisness Metting ini diikuti oleh beberapa travel agent dari Jawa dan berbagai media lokal maupun nasional untuk mendongkrak pariwisata di Kobar agar lebih dikenal lagi.
Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Putting Suwignyo pada kesempatan ini juga memaparkan rencana pengembangan TNTP ke depan. Selain menjual potensi wisata, yakni Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Keluang, dan Kawasan Senggora dan TNTP “Mudah-mudahan Pemda Kobar juga sejalan dengan konsep ini,” harapnya. (Sumber Radar Sampit, 09 November 2012)
Penerimaan CPNS 2013 Belum Jelas
Tahun ini, Pemerintah Daerah Kotawaringin Barat (Kobar) tidak melakukan
rekutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) karena adanya moratorium
penerimaan CPNS yang telah diberlakukan pemerintah pusat. Tahun 2013
mendatang, Pemkab Kobar juga belum memberikan kepastian tentang rekutmen
CPNS lantaran belum adanya petunjuk dari pusat.
Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kotawaringin Barat Gusti Imansyah, pada tahun 2012 ini, sebenarnya Pemerintah Daerah Kotawaringin Barat diberikan peluang untuk melakukan rekutmen sesuai kebutuhan riil CPNS. Tetapi setelah dilakukan rapat evaluasi bersama Pemkab Kobar terpaksa meniadakan karena pertimbangan keuangan daerah.
Pemerintah Daerah Kobar tidak ingin menambah anggaran untuk belanja pegawai tetapi lebih memilih untuk belanja langsung masyarakat. “Kalau Tahun depan kita masih belum bisa memastikan karena harus menunggu petunjuk dari pusat,” ungkapnya.
Sementara jika dihitung dari jumlah kebutuhan untuk di Kobar sebenarnya masih sangat kekurangan terutama untuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, saat ini, beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masih melakukan analisis terkait kebutuhan riil tenaga kepegawaian.
Tidak adanya rekutmen CPNS, juga berkaitan dengan rencana diangkatnya honorer kategori 1 (K1) yang diperkirakan pada akhir tahun ini.
Selain itu, untuk honorer kategori II (K2) juga belum diketahui secara pasti kapan akan dilakukan tes sesama honorer. Sesuai rencana, honorer K2 tes pada Desember 2012 tetapi sampai sejauh ini BKD belum mendapat petunjuk.
Menurut Imansyah, ada sekitar 180 honorer K2 yang telah diverifikasi oleh BKN dan BKPP. Sementara itu berdasarkan dari Dinas Pendidikan Kobar, jumlah tenaga pendidik masih kurang, bukan hanya di SD maupun SMP sederajat, tetapi untuk tingkat SMA sederajat di kawasan pedesaan. Dari data menyebutkan, sedikitnya untuk tingksat SMA masih kurang sekitar seratus lebih tenaga pendidik, belum lagi ditingkat SMP dan SD. (Sumber Radar Sampit, 12 November 2012)
Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kotawaringin Barat Gusti Imansyah, pada tahun 2012 ini, sebenarnya Pemerintah Daerah Kotawaringin Barat diberikan peluang untuk melakukan rekutmen sesuai kebutuhan riil CPNS. Tetapi setelah dilakukan rapat evaluasi bersama Pemkab Kobar terpaksa meniadakan karena pertimbangan keuangan daerah.
Pemerintah Daerah Kobar tidak ingin menambah anggaran untuk belanja pegawai tetapi lebih memilih untuk belanja langsung masyarakat. “Kalau Tahun depan kita masih belum bisa memastikan karena harus menunggu petunjuk dari pusat,” ungkapnya.
Sementara jika dihitung dari jumlah kebutuhan untuk di Kobar sebenarnya masih sangat kekurangan terutama untuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, saat ini, beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masih melakukan analisis terkait kebutuhan riil tenaga kepegawaian.
Tidak adanya rekutmen CPNS, juga berkaitan dengan rencana diangkatnya honorer kategori 1 (K1) yang diperkirakan pada akhir tahun ini.
Selain itu, untuk honorer kategori II (K2) juga belum diketahui secara pasti kapan akan dilakukan tes sesama honorer. Sesuai rencana, honorer K2 tes pada Desember 2012 tetapi sampai sejauh ini BKD belum mendapat petunjuk.
Menurut Imansyah, ada sekitar 180 honorer K2 yang telah diverifikasi oleh BKN dan BKPP. Sementara itu berdasarkan dari Dinas Pendidikan Kobar, jumlah tenaga pendidik masih kurang, bukan hanya di SD maupun SMP sederajat, tetapi untuk tingkat SMA sederajat di kawasan pedesaan. Dari data menyebutkan, sedikitnya untuk tingksat SMA masih kurang sekitar seratus lebih tenaga pendidik, belum lagi ditingkat SMP dan SD. (Sumber Radar Sampit, 12 November 2012)
Menteri Menginap Karena Penduduknya Ramah
Kunjungan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) RI
Muhaimin Iskandar ke UPT Kumai Seberang, Minggu tadi (18/11) menjadi
momen penting bagi masyarakatnya. Bahkan sang menteri juga tertarik
untuk menginap.
Rumah milik Zainal Arifin menjadi lokasi bermalam Menakertrans. Meskipun cuma semalam bukan main girangnya Zainal, saat kediamannya menjadi tempat menginap Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Begitu juga pejabat Kemenakertrans lainnya.
Mereka juga diinapkan di rumah-rumah penduduk. Lokasi menginap para pejabat ini juga terpencar dan jarak antara rumah satu dan lainnya sekitar 50 meter.
Tidak hanya ingin melihat langsung kehidupan para transmigran, hiburan juga diberikan kepada warga trans dengan menghadirkan artis dangdut dari ibukota, Ayu soraya dan Devi KDI.
Warga pun ikut terhibur dengan kehadiran artis tersebut. Apalagi hajatan sebesar ini memang jarang mereka dapatkan. Semakin malam acara hiburan musik dangdut semakin ramai. “Hiburan dangdut ini sifatnya untuk menghibur masyarakat di lokasi transmigran. Sehingga kalau masyarakat senang saya juga senang,” ujar Muhaimin Iskandar.
Muhaimin juga mengajak para transmigran terus semangat dalam memulai aktivitas, dengan demikian hasil pertanian maupun perkebunan bisa bertambang dan mendongkrak perekonomian. Dan pada akhirnya menjadikan UPT Kumai Seberang menjadi percontohan transmigrasi di seluruh Indonesia.
“Sebenarnya sekarang pun UPT Kumai Seberang bisa dijadikan contoh teladan, dimana lahan yang awalnya kampung ini bisa dikatakan hutan namun keuletan dan semangat yang tinggi untuk maju bersama membangun pemerintahan yang bagus. Saya sangat salut kepada warga kampung transmigran, semoga dalam beberapa tahun bisa menjadikan desa ini menjadi lebih besar lagi,” ujarnya.
Usai pertunjukan dangdut, warga kembali ke rumah masing-masing begitu juga Muhaimin Iskandar menuju ke kediaman Zainal Arifin. Disela perjalanan menuju peristirahatan. Muhaimin menyempat berbicara bersama warga setempat.
“Saya akan ingat terus tentang melihat pengolahan tanah, menanam padi serta keramahan-keramahan orang yang tinggal di UPT Kumai Seberang. Ini akan saya ceritakan kepada cucu saya nantinya,” ujar Muhaimin. (Sumber Radar Sampit, 22 November 2012).
Rumah milik Zainal Arifin menjadi lokasi bermalam Menakertrans. Meskipun cuma semalam bukan main girangnya Zainal, saat kediamannya menjadi tempat menginap Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Begitu juga pejabat Kemenakertrans lainnya.
Mereka juga diinapkan di rumah-rumah penduduk. Lokasi menginap para pejabat ini juga terpencar dan jarak antara rumah satu dan lainnya sekitar 50 meter.
Tidak hanya ingin melihat langsung kehidupan para transmigran, hiburan juga diberikan kepada warga trans dengan menghadirkan artis dangdut dari ibukota, Ayu soraya dan Devi KDI.
Warga pun ikut terhibur dengan kehadiran artis tersebut. Apalagi hajatan sebesar ini memang jarang mereka dapatkan. Semakin malam acara hiburan musik dangdut semakin ramai. “Hiburan dangdut ini sifatnya untuk menghibur masyarakat di lokasi transmigran. Sehingga kalau masyarakat senang saya juga senang,” ujar Muhaimin Iskandar.
Muhaimin juga mengajak para transmigran terus semangat dalam memulai aktivitas, dengan demikian hasil pertanian maupun perkebunan bisa bertambang dan mendongkrak perekonomian. Dan pada akhirnya menjadikan UPT Kumai Seberang menjadi percontohan transmigrasi di seluruh Indonesia.
“Sebenarnya sekarang pun UPT Kumai Seberang bisa dijadikan contoh teladan, dimana lahan yang awalnya kampung ini bisa dikatakan hutan namun keuletan dan semangat yang tinggi untuk maju bersama membangun pemerintahan yang bagus. Saya sangat salut kepada warga kampung transmigran, semoga dalam beberapa tahun bisa menjadikan desa ini menjadi lebih besar lagi,” ujarnya.
Usai pertunjukan dangdut, warga kembali ke rumah masing-masing begitu juga Muhaimin Iskandar menuju ke kediaman Zainal Arifin. Disela perjalanan menuju peristirahatan. Muhaimin menyempat berbicara bersama warga setempat.
“Saya akan ingat terus tentang melihat pengolahan tanah, menanam padi serta keramahan-keramahan orang yang tinggal di UPT Kumai Seberang. Ini akan saya ceritakan kepada cucu saya nantinya,” ujar Muhaimin. (Sumber Radar Sampit, 22 November 2012).
24 Orang Kobar Mengindap HIV/AIDS
Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat mencatat ada 46 penderita
HIV/AIDS di Kobar. Angka ini secara kumulatif dari tahun 2011 sebanyak
24 orang, dan tahun 2012 sebanyak 22 orang. Mereka tidak hanya dari
kalangan pekerja seks komersial (PSK), tetapi sudah merambah kepada ibu
rumah tangga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kobar drg. Indrawan Sakti mengungkapkan penyebaran HIV di Kotawaringin Barat sudah pada taraf mengerikan. Penyakit ini sudah menjangkiti ibu rumah tangga sehingga bisa menularkan virus kepada suami dan anak-anaknya.
“Bisa jadi, dalam waktu singkat, Kobar akan dihantui dengan penyakit ini. Penyebarannya kita ketahui tidak hanya PSK atau dilokalisasi, tetapi ibu rumah tangga sudah terjangkit,” jelasnya.
Menyingkapi masalah ini, Dinas Kesehatan Kobar melakukan penyuluhan langsung dan zero survey di kawasan resiko tinggi terkena HIV/AIDS seperti lokalisasi, kafe-kafe tempat hiburan malam (THM), dan sebagainya.
Meskipun demikian, beber Indra, kerja ini tidak akan maksimal tanpa ada dukungan semua pihak.
Ia berharap tugas berat ini tidak hanya dibebankan kepada dinas kesehatan tetapi para lembaga swadaya masyarakat
Ia berharap tugas berat ini tidak hanya dibebankan kepada dinas kesehatan tetapi para lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta ormas-ormas.
“Kendala yang kita hadapi adalah salah satunya pihak pengelola, kawasan resiko tinggi, dan tempat-tempat yang kita pandang rawan. Kita tidak bisa memaksakan, yang kita harapkan adalah kesadaran, ungkapnya.
Sekretaris I Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kobar ini hanya bisa menghimbau kepada orang beresiko tinggi terjangkit HIV untuk memeriksakan diri ke Voluntary Conseling Test (VCT) yang tersedia di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Puskesmas Madurejo dan Puskesmas Kumai.
Tahun depan, VCT akan diperbanyak untuk mempermudah pasien memeriksakan dirinya. “Tahun depan, kita menambah untuk di Karang Mulya dan Riam Durian di Karang Mulya dan Riam Durian Kotawaringin Lama (Kolam). Proses konsultasi di klinik VCT, kerahasian penderita akan dijaga dan dijamin,” jelasnya. (Sumber Radar Sampit, 28 November 2012)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kobar drg. Indrawan Sakti mengungkapkan penyebaran HIV di Kotawaringin Barat sudah pada taraf mengerikan. Penyakit ini sudah menjangkiti ibu rumah tangga sehingga bisa menularkan virus kepada suami dan anak-anaknya.
“Bisa jadi, dalam waktu singkat, Kobar akan dihantui dengan penyakit ini. Penyebarannya kita ketahui tidak hanya PSK atau dilokalisasi, tetapi ibu rumah tangga sudah terjangkit,” jelasnya.
Menyingkapi masalah ini, Dinas Kesehatan Kobar melakukan penyuluhan langsung dan zero survey di kawasan resiko tinggi terkena HIV/AIDS seperti lokalisasi, kafe-kafe tempat hiburan malam (THM), dan sebagainya.
Meskipun demikian, beber Indra, kerja ini tidak akan maksimal tanpa ada dukungan semua pihak.
Ia berharap tugas berat ini tidak hanya dibebankan kepada dinas kesehatan tetapi para lembaga swadaya masyarakat
Ia berharap tugas berat ini tidak hanya dibebankan kepada dinas kesehatan tetapi para lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta ormas-ormas.
“Kendala yang kita hadapi adalah salah satunya pihak pengelola, kawasan resiko tinggi, dan tempat-tempat yang kita pandang rawan. Kita tidak bisa memaksakan, yang kita harapkan adalah kesadaran, ungkapnya.
Sekretaris I Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kobar ini hanya bisa menghimbau kepada orang beresiko tinggi terjangkit HIV untuk memeriksakan diri ke Voluntary Conseling Test (VCT) yang tersedia di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Puskesmas Madurejo dan Puskesmas Kumai.
Tahun depan, VCT akan diperbanyak untuk mempermudah pasien memeriksakan dirinya. “Tahun depan, kita menambah untuk di Karang Mulya dan Riam Durian di Karang Mulya dan Riam Durian Kotawaringin Lama (Kolam). Proses konsultasi di klinik VCT, kerahasian penderita akan dijaga dan dijamin,” jelasnya. (Sumber Radar Sampit, 28 November 2012)
34 Ribu Kartu Siap Dibagikan
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Barat (Kobar) baru-baru ini
menerima 34.015 kartu jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) dari
Kementrian Kesehatan RI. Sejumlah kartu jamkesmas itu akan segera
disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Kobar yang berhak menerima.
Kepala Dinkes Kobar Indrawan Sakti mengatakan, kartu jamkesmas diterima pihaknya dua hari lalu. Saat ini pihaknya sedang mengajukan permohonan kepada Bupati untuk mengeluarkan surat keputusan terkait pendistribusiannya kepada masyarakat.
“Kita targetkan minggu ke-2 bulan Desember sudah didistribusikan,” kata Indrawan kepada Radar Sampit kemarin (26/11). Menurutnya pendistribusian kartu jamkesmas langsung ditangani oleh tim dari kabupaten yang akan diteruskan ke sekretaris camat (sekcam). Selain itu, tim juga akan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat.
Lebih lanjut Indrawan mengatakan, dengan dibagikanya kartu jamkesmas yang baru, kartu yang lama akan ditarik. Dia mengakui ada kemungkinan perbedaan data dengan tahun sebelumnya.
Dimana akan ada sejumlah warga yang sebelumnya memiliki kartu jamkesmas, namun pada tahun ini belum tentu, atau sebaliknya. Hal ini dikarenakan ada pergeseran taraf ekonomi masyarakat Kobar, dimana ada perubahan data warga miskin, kurang mampu dan mampu yang sesuai data hasil verifikasi dari TM2K pusat.
“Bagi warga yang tidak mendapatkan kartu jamkesmas, masih ada kemungkinan untuk mendapatkan jamkesda (jaminan kesehatan daerah),” tukas Indrawan. Menurutnya ada sekitar 3.800 warga Kobar yang tidak mendapat kartu jamkesmas akan mendapatkan kartu jamkesda. Biaya kesehatan mereka akan ditanggung pemerintah melalui APBD Kobar.
Ditempat yang sama Kabid Jaminan Dan Sarpras Dinkes Kobar Jamin Ginting menambahkan baik pemegang kartu jamkesmas maupun jamkesda akan mendapatkan pelayanan yang sama, yaitu dari pengobatan, rawat inap hingga biaya rujukan.
Dia berharap kepada pihak petugas medis agar tidak membedakan pelayanan antara pasien pemegang kartu jaminan kesehatan dengan pasien yang mengeluarkan biaya pribadi. (Sumber Radar Sampit, 27 November 2012)
Kepala Dinkes Kobar Indrawan Sakti mengatakan, kartu jamkesmas diterima pihaknya dua hari lalu. Saat ini pihaknya sedang mengajukan permohonan kepada Bupati untuk mengeluarkan surat keputusan terkait pendistribusiannya kepada masyarakat.
“Kita targetkan minggu ke-2 bulan Desember sudah didistribusikan,” kata Indrawan kepada Radar Sampit kemarin (26/11). Menurutnya pendistribusian kartu jamkesmas langsung ditangani oleh tim dari kabupaten yang akan diteruskan ke sekretaris camat (sekcam). Selain itu, tim juga akan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat.
Lebih lanjut Indrawan mengatakan, dengan dibagikanya kartu jamkesmas yang baru, kartu yang lama akan ditarik. Dia mengakui ada kemungkinan perbedaan data dengan tahun sebelumnya.
Dimana akan ada sejumlah warga yang sebelumnya memiliki kartu jamkesmas, namun pada tahun ini belum tentu, atau sebaliknya. Hal ini dikarenakan ada pergeseran taraf ekonomi masyarakat Kobar, dimana ada perubahan data warga miskin, kurang mampu dan mampu yang sesuai data hasil verifikasi dari TM2K pusat.
“Bagi warga yang tidak mendapatkan kartu jamkesmas, masih ada kemungkinan untuk mendapatkan jamkesda (jaminan kesehatan daerah),” tukas Indrawan. Menurutnya ada sekitar 3.800 warga Kobar yang tidak mendapat kartu jamkesmas akan mendapatkan kartu jamkesda. Biaya kesehatan mereka akan ditanggung pemerintah melalui APBD Kobar.
Ditempat yang sama Kabid Jaminan Dan Sarpras Dinkes Kobar Jamin Ginting menambahkan baik pemegang kartu jamkesmas maupun jamkesda akan mendapatkan pelayanan yang sama, yaitu dari pengobatan, rawat inap hingga biaya rujukan.
Dia berharap kepada pihak petugas medis agar tidak membedakan pelayanan antara pasien pemegang kartu jaminan kesehatan dengan pasien yang mengeluarkan biaya pribadi. (Sumber Radar Sampit, 27 November 2012)
Langganan:
Postingan (Atom)

