Jumat, 24 Agustus 2012
Masuk Kerja Wabup Agendakan Silaturahmi
Hari ini seluruh pegawai negeri sipil (PNS) mulai masuk kerja dan menjalankan aktivitas seperti biasanya. Warning berupa sanksi keras kepada PNS yang tetap menambah libur juga diberikan untuk memastikan kehadiran wakil bupati (wabup) Kobar akan langsung melakukan pengecekan ke kantor-kantor.
“Istilah sidak (inspeksi mendadak) tidak saya pergunakan, dan saya gunakan istilah silaturahmi, keliling kantor. Hal ini untuk menjalin komunikasi dua arah, sehingga ada masukan dari bawah,” ujar wakil bupati Kobar Bambang Purwanto, kemarin (22/8).
Terkait dengan jika adanya PNS yang masih menambah masa liburnya, Bambang menjelaskan adanya beberapa kemungkinan, jika ada PNS yang melangggar aturan, tentunya akan dikenai sanksi administratif, kalaupun disengaja, maka akan ada tanpa izin yang kumulatif, dan hal itu berdampak pada prestasi PNS itu sendiri.
Kalaupun ada PNS yang pulang kampung, dan ada kendala dalam kepulangannya, seperti sulitnya mendapatkan tiket pulang, maka yang bersangkutan harus ada komunikasi dengan pimpinannya dan hal itu dapat dimaklumi, asal tidak disengaja.
Menurut Bambang, masa libur yang panjang ini merupakan cuti bersama, dan ini masa libur yang paling panjang, untuk itu jangan ada penambahan libur lagi, karena bagaimanapun kita sebagai abdi negara dan masyarakat, harus mampu melayani masyarakat dengan baik.
Beberapa rencana pasca lebaran ini, seperti bersilaturahmi dengan PNS akan dilakukan, seperti apel bersama dan lalu halal bi halal, ataupun dengan seluruh masyarakat Kobar, mungkin saja dilakukan hanya akan dibicarakan lebih lanjut. (Sumber Radar Sampit, 23 Agustus 2012).
Sekda Pimpin Apel dan Bersilaturahmi
Hari pertama masuk kerja pasca libur panjang lebaran Idul Fitri diisi PNS di lingkungan Pemkab Kobar dengan menggelar apel dan bersilahturahmi. Kegiatan dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar Masradin di halaman Kantor Bupati Kobar, kemarin pagi (23/8).
Dihadapan ratusan PNS di lingkungan Setda Kobar, Sekda mengingatkan masalah disiplin kerja. Menurutnya sebelum lebaran atau puasa, adanya pengurangan jam kerja dan pemunduran waktu kerja, tapi sekarang tidak berlaku lagi, dan dikembalikan pada jam kerja seperti biasanya. “Semangat pelayanan kepada masyarakat jangan sampai melemah, tapi justru dengan semangat Idulfitri, semuanya serba baru dan lebih bersemangat lagi,” ujar Masradin.
Dirinya mengingatkan, terutama bagi PNS yang menjalankan masa cuti tahunan atau liburan, untuk tidak memperpanjang masa cuti atau liburnya, karena dalam libur lebaran ini, pemerintah telah memperhitungkan banyaknya masa libur. Untuk itu harus segera kembali bekerja seperti biasa, kecuali yang memang bagi pegawai yang kesulitan mendapatkan tiket atau menyesuaikan jadwal kapal, masih bisa dipertimbangkan, asal sebelumnya ada pemberitahuan kepada pimpinannya terlebih dahulu, dan kalau memang disengaja maka pelayanan publik kepada masyarakat akan terganggu.
Menurut Masradin, pada hari pertama kerja ini semuanya berjalan dengan baik, hampir semua PNS di lingkungan Setda Kobar hadir, hanya saja memang ada beberapa PNS yang menghadapi kendala masalah transportasi, tapi semuanya telah ijin atas keterlambatan itu.
Masradin juga menjelaskan kalau besok (hari ini), Bupati Kobar, Ujang Iskandar akan memimpin langsung apel besar, dengan mengundang semua PNS pada semua dinas, badan atau kantor di lingkungan Pemkab Kobar, dan langsung memberikan arahan terhadap disiplin PNS secara umum.
Dijelaskan Masradin juga, kalau Bupati Kobar pada hari pertama bekerja, juga telah bersilaturahmi pada beberapa dinas, badan dan instansi untuk melihat aktivitas PNS sebagai upaya pelayanan publik, sambil bersilaturahmi berkenaan dengan lebaran secara langsung. (Sumber Radar Sampit, 24 Agustus 2012)
Arus Balik Mulai Hari ini
Arus balik jalur laut dari sejumlah pelabuhan di pulau Jawa ke pelabuhan Panglima Utar Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akan berlangsung mulai hari ini (23/8). Namun, pada kapal perdana itu penumpang diprediksi belum terlalu banyak
“Tanggal 23 (Agustus) baru ada kapal Lauser, tapi kita perkirakan penumpang belum terlalu banyak,” Kata Kepala Adpel Kumai Agus Subagio, di konfirmasi Selasa (22/8) lalu. Kapal yang datang berasal dari pelabuhan Tanjung Mas Semarang.
Menurut dia, meski sejak tanggal itu ditenggarai kapal akan terus berdatangan namun puncak arus balik diperkirakan pada H+7 hingga H+15 Lebaran. “berdasarkan pengalaman tahun lalu, seperti itu, diatas H+7 sampai H+15 yang ramai,” ujarnya.
Agus juga mengatakan, pada arus balik ini dimungkinkan jadwal pelayaran kapal dari sejumlah pelabuhan di palau Jawa akan bertambah atau lebih banyak dibandingkan pada arus mudik. Hal ini untuk mengantisipasi membludaknya penumpang karena ada penambahan penduduk yang datang.
Lebih lanjut Agus mengatakan setelah H+7 Lebaran ada sejumlah pemberangkatan dari pelabuahan Tanjung Mas Semarang dan Tanjung Perak Surabaya. Diantaranya untuk armada milik PT. Pelni ada empat keberangkatan dari Semarang dan tiga dari Suranbaya. Secara terpisah, Maneger PT. Darma Lautan Utama (DLU), Widha Krisna Sugiharto mengatakan akan ada empat kapal perusahaannya yang diberangkatkan dari pulau Jawa. Dua keberangkatan dari Semarang dan dua dari Surabaya.
Begitu pula untuk keberangkatan mulai H+8 hingga H+15 akan ada empat keberangkatan lagi. “Setiap minggunya ada empat pemberangkatan dua dari Semarang, dua dari Surabaya,” tukasnya. (Sumber Radar Sampit, 23 Agustus 2012)
Selasa, 01 November 2011
Penghasilan Guru Bertambah
| Rabu, 02 November 2011 09:52 | |
|
KOTAWARINGIN BARAT--BN: KABAR gembira bagi guru
PNS yang belum lulus sertifikasi atau belum mendapat
tunjangan profesi pendidik (TPP). Tahun ini, guru yang belum lulus
sertifikasi mendapat tunjangan Rp250 ribu per bulan...
Tunjangan ini diperuntukkan bagi guru semua jenjang baik dari
madrasah maupun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Tunjangan tambahan penghasilan guru PNS non sertifikasi khusus Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ini diberikan mulai Januari 2011. Ini sesuai dengan Permenkeu 223/PMK.07/2009 tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Tambahan Penghasilan bagi Guru PNS Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Serta Perpres No 52/2009 tentang Tambahan Penghasilan bagi Guru PNS. “Jadi tidak hanya guru PNS yang sudah sertifikasi atau guru non-PNS saja yang menerima tunjangan. Namun juga diberikan untuk mereka yang belum lulus sertifikasi,” papar salah satu staf Madrasah dan Pendidikan Agama Islam (Mapendais) Kementerian Agama (Kemenag) Kobar, Andi Yanto. Dirapel per triwulan Kepala Keuangan Disdikpora Kobar, Retno Widowati, menyatakan, ada perbedaan pembayaran antara guru di bawah Kemenag dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Jika Kemenag dicairkan tiap bulan, dari Disdikpora dirapel per triwulan. Dia menjelaskan, untuk triwulan ketiga (Juli-September) tunjangan itu telah terbayarkan pada 27 Oktober sekitar Rp1,36 miliar untuk 1.821 guru. Hal serupa juga dialami oleh Kemenag. Pada Oktober lalu telah dicairkan tunjangan guru PNS non sertifikasi untuk 73 orang sekitar Rp18,25 juta. Sedangkan untuk pencairan tunjangan di triwulan atau bulan berikutnya, akan diusulkan Disdikpora dan Kemenag pada November ini. Tunjangan guru yang bernaung di bawah Kemenag dipastikan cair pada akhir bulan ini. Tetapi untuk guru yang bernaung di bawah Disdikpora paling lambat 16 Desember mendatang. Perbedaan itu terjadi karena sistem pembayaran yang tidak sama. “Tunjangan ini diberikan lewat rekening masing-masing dan tidak melekat dengan gaji. Sistemnya, kita lihat bagaimana kinerja guru dahulu, baru tunjangan kita berikan,” ungkap Retno. (CR-28/B-4) sumber : http://www.borneonews.co.id/news/kotawaringin-barat/12-kobar/16822-penghasilan-guru-bertambah.html |
60 Koperasi Terancam Dibubarkan
sumber : http://www.borneonews.co.id/news/kotawaringin-barat/12-kobar/16823-60-koperasi-terancam-dibubarkan.html
| Rabu, 02 November 2011 09:54 | |
|
KOTAWARINGIN BARAT--BN: SEBANYAK 60 dari 218 koperasi yang ada di Kobar terancam dibubarkan. Pasalnya, 60 koperasi tersebut sudah tidak aktif. “Kami akan berusaha membantu koperasi yang tidak aktif untuk bangkit lagi. Namun apabila tidak bisa dilakukan,.. kami sarankan untuk segera dibubarkan,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Pasar Kobar, Bahtiar, kemarin. Menurut Bahtiar, ada beberapa faktor yang menyebabkan koperasi mati suri (tidak aktif). Salah satunya sistem manajemen yang kurang baik akibat keterbatasan sumber daya manusia. Padahal kekuatan koperasi terletak pada keaktifan anggota. Ia menjelaskan, ada dua kemungkinan yang menyebabkan koperasi tidak sehat. “Apakah karena pengelolaan koperasi yang tidak baik atau dari peran pembinaan koperasi itu sendiri.” Saat ini pihak Dinas Koperasi baru melakukan penjajakan dan pendataan langsung untuk mengetahui pemicu utama koperasi tidak berkembang. Sementara itu, mengenai keberadaan koperasi simpan pinjam yang memberikan bunga tinggi, pihaknya akan menindak tegas. “Kalau ada laporan anggota koperasi ke dinas, kami akan menindak tegas,” tukas Bahtiar. (CR-24/B-4) |
Koperasi Bugam Raya Terima Bantuan Kapal
| Rabu, 02 November 2011 09:57 | |||
|
KOTAWARINGIN BARAT--BN: DINAS Kelautan dan Perikanan
(DKP) Kobar dalam waktu dekat akan menerima satu unit kapal
berkapasitas 30 gross ton (GT) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kelompok yang beruntung menerima kapal tersebut ialah Koperasi Bugam
Karya...
“Kapal itu akan diberikan kepada Koperasi Bugam Karya di Desa Teluk
Bogam karena di tempat itu terdapat SPDN (solar packed dealer nelayan),”
terang Kepala Bidang Perikanan Tangkap Rudolf Dita, kemarin. Bantuan kapal 30 GT seharga Rp1,5 miliar itu lengkap dengan alat tangkap ikan, navigasi, alat keselamatan dan keamanan pelayaran serta tempat pendingin ikan. “Kapal itu diperkirakan kami terima Bulan Desember.” Menurut Rudolf, di samping terdapat SPDN, Koperasi Bugam Karya dinilai sebagai koperasi mandiri dan kuat dalam manajemen administrasi maupun keuangan. “Untuk kapal berkapasitas 30 GT, sekali melaut diperlukan biaya Rp10 juta hingga Rp15 juta. Oleh sebab itu, penerima harus mempunyai dasar keuangan yang kuat,” ungkap Rudolf kepada Borneonews. Meski begitu, kapal seharga Rp1,5 miliar ini harus dipimpin oleh seorang kapten yang memiliki sertifikasi Surat Kecakapan Kepelautan (SKK) 60 mil. Yang menjadi masalah, Kobar baru memiliki satu kapten kapal yang mempunyai SKK 60 mil, yaitu kapten dari kapal Inka Mina yang merupakan kapal 30 GT bantuan tahun sebelumnya. Tetapi Rudolf meyakini, Koperasi Bugam Karya telah menyiapkan seorang kapten. “Pertengahan November ini ada pertemuan antara DKP Provinsi dan penerima bantuan. Penerima bantuan harus menunjukkan syarat-syarat termasuk kapten kapal bersertifikasi SKK 60 mil.” Saat ini, DKP Kobar sedang berbenah menyiapkan diri sebagai kawasan minapolitan. Hingga akhir Oktober, DKP Kobar melalui dana APBD telah memberikan bantuan enam kapal berkapasitas 1 GT, satu kapal 15 GT berserta alat tangkapnya dan 12 kelotok bagi nelayan Kobar. (CR-26/B-4) | http://www.borneonews.co.id/news/kotawaringin-barat/12-kobar/16824-koperasi-bugam-raya-terima-bantuan-kapal.html |
TWA Tanjung Keluang Dapat Tambahan Koleksi Kura-Kura
| Rabu, 02 November 2011 09:51 | |
| KOTAWARINGIN BARAT--BN: TAMAN Wisata Alam (TWA) Tanjung
Keluang yang lokasinya berseberangan dengan Taman Wisata Pantai Kubu,
Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menerima
tambahan koleksi reptil peliharaan... Belum lama ini, TWA Tanjung Keluang menerima penyerahan jumlah kura-kura berbagai jenis dari masyarakat. Kura-kura yang diterima meliputi sepasang kura-kura jenis matahari (heosemys spinosa), kura-kura pipi putih (siebenrockiella crassicollis), dan kura-kura pipih (notochelys platynota). “Ketiga jenis Kura-kura itu semuanya diserahkan oleh masyarakat yang juga pecinta sekaligus kolektor kura-kura dan penyu. Dengan adanya jenis-jenis yang baru, hal ini pastinya akan menambah koleksinya TWA Tanjung Keluang yang sekarang fokus untuk program pelestarian penyu dan kura-kura,” ujar staf Resor TWA Tanjung Keluang Siswanto. Sebelumnya, pada April lalu TWA Tanjung Keluang juga menemukan keberadaan populasi penyu sisik (eretmochelys imbricata) di sekitar kawasan pantai. Selain itu ditemukannya seekor penyu hijau (chelonia mydas) yang diberi nama Wahyuni. (DF/B-3) http://www.borneonews.co.id/news/kotawaringin-barat/12-kobar/16821-twa-tanjung-keluang-dapat-tambahan-koleksi-kura-kura.html |
Langganan:
Postingan (Atom)

