Komunitas Blogger Kotawaringin Barat

Islamic Calendar

Islamic Widget

Selasa, 18 Mei 2010

Hasil Riset Departemen Kesehatan dan Universitas Indonesia


Ini prestasi membanggakan bagi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) di bidang Kesehatan. Hasil riset yang dilakukan Departemen Kesehatan bekerjasama dengan Universitas Indonesia dan 14 Kabupaten/kota se-Kalteng tingkat pelayanan Kesehatan Kobar berada di posisi kedua.
“Ini sebuah prestasi yang menggembirakan Pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kobar terbaik kedua se-Kalteng,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kobar Indrawan Sakti saat ramah tamah memperingati hari kesehatan sedunia ke-62, kemarin.
Atas hasil itu, Indrawan mengaku tidak akan berbesar hati. Pihaknya akan tetap terus melakukan berbagai perbaikan dan akan selalu memberikan yang terbaik. Dikatakannya tuntutan atas pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin hari semakin meningkat, sehingga masih perlu kerja keras untuk memberikan yang terbaik terhadap kesehatan masyarakat.
Sementara Bupati Kobar H Ujang Iskandar mengungkapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sejak beberapa tahun terakhir terus mengalami perbaikan. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi berbagai hal, jaminan kesehatan dasar secara gratis dan layanan kesehatan lainnya seperti masih diberlakukannya surat keterangan tidak mampu (SKTM) khusus ruang kelas 3 RSUD Sultan Imanuddin.
Selain prestasi kerja tersebut lanjut Bupati, Kobar juga telah mempunyai salah satu puskesmas yang menyandang sertifikat ISO. Ini menandakan kemajuan di bidang kesehatan, sehingga ia berharap kepada media massa, agar tidak hanya mencari kesalahannya saja.
“Jika ada informasi tentang prestasi harapan kita juga disebar luaskan, supaya masyarakat juga tahu. Kalau selama ini para petugas di lapangan juga bekerja, jangan hanya kekurangannya saja yang dibesar-besarkan,” pinta Ujang.
Dalam peringatan hari kesehatan sedunia ke-62 yang mengambil tema “Kota sehat warga sehat” kemarin ada dua MoU ditandatangani yang pertama penandatanganan kesepakatan MoU institusi bebas rokok.
Dan yang kedua usai apel bersama di halaman kantor Dinkes kemarin seluruh organisasi profesi bidang kesehatan di Kobar seperti IDI, IBI dan beberapa organisasi lainnya beserta Pemkab Kobar, Dinkes Kobar menandatangani MoU pencapaian rencana strategis pembangunan kesehatan.
Dengan adanya MoU tersebut, kata bupati agar semua organisasi profesi dapat bekerja dengan gigih untuk sama-sama menciptakan kesehatan masyarakat. (Sumber: Radar Sampit, 23 April 2010)

Ajukan 1.282 Formasi CPNS


Ini informasi terbaru bagi pencari kerja. Tahun 2010 ini Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah mengajukan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 1.282 CPNS kepada pemerintah pusat. Dari jumlah formasi yang diajukan, rinciannya ada tiga formasi yakni formasi guru sebanyak 619, tenaga kesehatan 50, dan tenaga teknis 613 formasi.
“Jumlah formasi yang kita ajukan ke pusat berdasarkan kebutuhan dari masing-masing instansi atau dinas, dan sudah diajukan ke pusat pada 12 April lalu. Harapan kita formasi yang diajukan Kobar bisa terpenuhi semuanya. Namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, tidak semua pengajuan dipenuhi,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melalui Bidang Pengembangan Safwan, Kemarin (30/4).
Menyinggung jadwal rekrutmen, Safwan memperkirakan akan dimulaikan pada Oktober-November mendatang. Ini berdasarkan pada waktu pelaksanaan rekrutmen tahun lalu. “Tahun ini kemungkinan juga dilakukan pada bulan yang sama,” ujarnya.
Terkait rekrutmen formasi tenaga kesehatan yang lebih sedikit dibandingkan dua formasi lainnya tahun ini. Safwan mengatakan rekrutmen tenaga kesehatan pada tahun lalu sudah cukup banyak. “Rekrutmen tenaga guru pada tahun lalu sebenarnya juga sudah banyak tetapi untuk tenaga yang satu ini ternyata masih banyak dibutuhkan,” paparnya. Untuk formasi guru, lanjutnya, guru yang dibutuhkan pada semua jenjang SD, SMP, SMA sederajat. Yang membedakan pada tahun ini formasi guru TK juga diajukan. Diperkirakan masih sama dengan tahun lalu yakni serendah-rendahnya adalah Diploma II. Tetapi dalam pengajuan ini, Pemkab Kobar tetap mengajukan formasi bagi lulusan SMA sederajat khususnya untuk kejuruan. Bahkan, kata dia, untuk lulusan SMP formasinya juga diajukan.
“Setiap pengajuan formasi selalu dimasukkan untuk lulusan SMP atau SMA sederajat, yaitu sebagai tenaga cleaning service, tenaga lapangan, penjaga sekolah dan sebagainya, tetapi selalu tidak disetujui. Nah, tahun ini kita ajukan kembali, jika memang tidak disetujui apa boleh buat,” ujarnya.
Disinggung terkait tenaga honor di Kabupaten Kotawaringin Barat, Safwan menuturkan bahwa sejak tahun 2006 tenaga honor yang sesuai dengan PP nomor 48 tahun 2005 telah habis diangkat. Jadi lanjut dia, di Kobar tidak ada lagi tenaga honor yang sesuai peraturan tersebut.
Dari seluruh formasi yang diajukan, Safwan memprediksi yang dikabulkan tidak akan sebanyak tahun lalu. Tahun 2009 lalu formasi di Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan jumlah formasi terbanyak di Kalteng yakni mencapai 700 ratus lebih. “Memang formasi tahun lalu tidak semuanya terisi, yakni sekitar 60 formasi yang kosong, tetapi pada tahun ini kembali kita ajukan lagi agar kebutuhan tersebut dapat dipenuhi,” urainya. (Sumber Radar Sampit, 01/05/10).

2010 TNTP Targetkan 4.165 Pengunjung

Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) menargetkan tingkat kunjungan tahun 2010 sebesar 4.165 pengunjung baik dari wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara dan lokal.

Kepala Balai TNTP Gunung M. Sinaga menyatakan optimis target kunjungan tersebut bisa tercapai. Catatan Balai TNTP, angka kunjungan hingga April 2010 sudah mencapai 1.248 wisatawan.

“Dengan melihat pergerakan angka kunjungan, kami optimis target kunjungan tahun ini bisa tercapai. Terlebih lagi nanti akan datang rombongan wisata Sail Indonesia,” ucapnya.

Terkait rencana penyambutan kedatangan rombongan Sail Indonesia 2010, Gunung menyatakan TNTP tidak membuat persiapan khusus penyambutan karena sudah menjadi kunjungan rutin.

“Yang terus kami lakukan adalah memelihara, menjaga serta mengembangkan kawasan taman nasional agar tetap menjadi referensi kunjungan wisata dunia,” kata Gunung.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kobar I Nengah Parsa, menuturkan sektor pariwisata akan terus digenjot peningkatannya oleh Pemkab Kobar mengingat sektor ini sangat memberikan kontribusi kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

Nengah menuturkan, seperti tahun-tahun sebelumnya rombongan wisatawan dari berbagai negara yang tergabung dalam Sail Indonesia 2010 akan singgah ke Pangkalan Bun sebelum bertolak TNTP. Sail Indonesia merupakan agenda rutin setiap tahun, dan Kobar menjadi salah satu tujuannya.

“Bupati Kobar sendiri sudah menjadi anggota paguyuban Sail Indonesia. Seluruh Bupati yang mempunyai tempat wisata yang bakal dikunjungi Sail Indonesia tergabung dalam paguyuban tersebut,” jelas Nengah.

Nengah berharap kedatangan wisatawan Sail Indonesia 2010 pada September mendatang menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperlihatkan segala potensi yang dimiliki Kobar.

“Kedatangan mereka harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mempromosikan seluruh potensi wisata yang ada di Kobar,” harap Nengah. (Sumber: Radar Sampit, 12 Mei 2010)

Minggu, 16 Mei 2010

Penobatan Sultan Ke - 15 Kerajaan Kutaringin





Pada hari ini (minggu 16 Mei 2010) dilaksanakan Penobatan Sultan ke -15 Kerajaan Kutaringin sebagai simbol budaya. Acara yang dimulai dengan upacara penyambutan ala Kesultanan dan ala Dayak Tomun ini berlangsung cukup khidmat. Undangan yang hadir mulai dari Gubernur Kalteng Bpk. A. Teras Narang, SH, Anggota DPD RI Asal Kalteng Bpk. Hamdani, S.Ip., Bupati Kotawaringin Bpk. DR. H. Ujang Iskandar, ST, MSi, Para Unsur Muspida, Kekerabatan Bosar Kerajaan Kutaringin, Para Juriat Kesultanan Kutaringin, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, para Pengusaha, masyarakat kobar dan sekitarnya.

Putra mahkota ke-14 Pangeran Alidin Sukma Alamsyah dinobatkan. Acara penobatan akan digelar secara tradisi kerajaan.Sultan Ke -15 ini bergelar Sultan Alidin Sukma Alamsyah yang dinobatkan di Istana Kuning (Bukit Indra Kencana).

Pangeran Alidin Sukma Alamsyah adalah putra tertua dari mendiang Pangeran Ratu Alamsyah, yang merupakan Sultan ke -14 Kerajaan kutaringin. Dalam Jurait kesultanan terdapat 9 saudara. Sementara yang akan dinobatkan kali ini adalah putra tertua.

Penobatan ini berdasarkan hasil Musyawarah Besar (Mubes) penobatan Sultan Kutaringin XV yang dilaksanakan kerabat Kesultanan Kutaringin merupakan simbol budaya dalam upaya mempererat tali silatuhrahmi sekaligus untuk menyatukan persepsi warga masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar).

Tujuan pelaksanaan Mubes oleh semua juriat kerabat Kesultanan Kutaringin, Juriat Gusti, Juriat Utin, Juriat Mamas, Juriat Said, Juriat Tengku dan Juriat Pangeran Bendahara, Juriat Tengku dan Juriat Kiayi dari kerabat Kesultanan Kutaringin tersebut menyatukan persepsi tentang penobatan Sultan Kutaringin ke XV, selain sebagai simbol budaya, juga sebagai pemersatu masyarakat Kotawaringin Barat yang merupakan amanah Sultan Kutaringin.

Hal ini dikemukakan ketua kekerabatan besar Kesultanan Kutaringin Pangeran Mu’asydinsyah pada pembukaan Mubes Kerabat Kesultanan Kutaringin di Bangsal Kesultanan Istana Kuning Minggu (15/3/2010).

“Kalau kita membaca sejarah kerajaan Kesultanan Kutaringin ini termasuk dalam kerajaan yang berada di kawasan nusantara. Hal ini membuktikan dari banyaknya raja kerajaan Kutaringin bertahta dan berkuasa dalam kerajaan Kutaringin yang berjumlah 14 orang, selama tiga abad yang silam yakni abad 16 sampai abad ke 19. Dimana saat itu Pangeran Ratu Alamsyah sebagai raja Kerajaan Kutaringin diakhir tahun 1949,” terang Pangeran Mu’asydinsyah yang akrab dipanggil Ama Pangeran.

Oleh karena itu Pangeran Mu’asydinsyah dengan tegas menyatakan, Kerajaan Kutaringin sampai saat ini sudah masuk dalam Forum Komunikasi Informasi Nusantara (FKIN) dijajaran kerajaan diseluruh Indonesia.

Pangeran Mu’asydinsyah berharap, dalam Mubes pertama tahun 2010 kali ini penobatan Sultan Kutaringin ke XV tahun 2010 hanya bersifat simbol budaya dalam upaya melestarikan cagar budaya, sebagai peninggalan kerajaan Kutaringin, termasuk adat istiadat dan peninggalan leluhur.

Karena itu menurutnya, sangatlah mustahil kalau Pemerintah Daerah khususnya Kabupaten Kobar tidak memperhatikan pembangunan Bangsal Istana Kuning, yang satu-satunya situs peninggalan sejarah di Kalimantan Tengah.

Sidang Mubes Kekerabatan Kesultanan Kutaringin dipimpin Gusti Husni Syamsul dan sekretarisnya Helmi dan anggota Syeirani SE. Pembahasan dibagi menjadi tiga komisi, yakni komisi A membahas pengusulan dan menetapkan Sultan Kutaringin ke XV dari kerabat Kesultanan Kutaringin, komisi B menyusun struktur perangkat/pembantu kesultanan dan komisi C menyatukan persepsi tentang penobatan Sultan Kutaringin ke XV sebagai simbol budaya. (Sumber:Radar Sampit, 17 Maret 2010)

Pakaian Adat Dayak Tomun




inilah pakaian asli dayak Tomun yang berada di daerah pedalaman Kabupaten Kotawaringin Barat Pangkalan Bun.

Tabligh Akbar KH. Abdullah Gymnastiar




Tabligh Akbar KH. Abdullah Gymnastiar di Masjid Besar Sirajul Muhtadin Kelurahan Baru Pangkalan Bun Kotawaringin Barat kali ini terkesan singkat, tetapi tidak mengurangi minat para jama'ah yang berada di kota manis Pangkalan Bun untuk datang menghadiri walaupun hujan deras turun membasahi kota Pangkalan Bun.

Senin, 19 April 2010